Tips Coding Challenge – Tips Menang Coding Challenge ala Soesapto

Tips Coding Challenge – Tips Menang Coding Challenge ala Soesapto Pria asal Yogyakarta yang satu ini sudah menang 20 Dicoding Challenge dalam tiga tahun terakhir. Sosoknya sederhana dan tak banyak bicara. Namun saat ditanya tentang game development, apalagi tentang anak lelakinya kelas 2 SD-nya yang hobinya bikin aset game, wajahnya mendadak berseri-seri.

Saat ini “Mas Sapto” -begitu ia kerap disapa- adalah programmer di Universitas Negeri Yogyakarta. Ia mengurusi back end sistem informasi keuangan. Tugas yang ia emban beberapa tahun terakhir.

 

Belajar via Dicoding Academy dan Challenge

“Kalau pekerjaan (sebagai Pegawai Negeri Sipil-red)  sudah selesai dan ada waktu senggang, saya pasti memanfaatkannya dengan belajar,” ujarnya. Usia nyaris kepala empat, tapi urusan semangat, boleh diadu dengan anak kuliah. Mas Sapto tidak kalah.

Ayah dua orang anak ini punya motto “Manusia itu punya banyak waktu. Tidak boleh menyia-nyiakannya.”  Karena itu, belajar lewat Academy dan Challenge Dicoding menjadi pilihan aktivitas harian beliau.

Awalnya spesialisasi beliau adalah web. Lalu saat Android booming di tahun 2015 Mas Sapto mulai beralih belajar Android lewat kelas Menjadi Android Developer Expert. Ia pun sempat beberapa tahun bekerja sebagai programmer di Sebangsa, sebuah platform aktivitas komunitas ternama. Lalu beralih  menjadi tenaga programmer di kampus.

Setelah lulus kelas MADE, kini beliau tengah menyelesaikan kelas KADE. “Tapi saya merasa kurang kalau hanya belajar nggak dipraktikkan,” ujarnya.

Hal tersebut melatarbelakangi beliau rutin cek entry terbaru di laman Dicoding Challenge. Tak heran, sudah 28 Challenge yang ia ikuti dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Ia pun menang pada 20 Challenge di antaranya.

Istilah yang tepat untuk beliau ini “Pemenang langganan.” Rasionya, dalam 7 Challenge yang ia ikuti, 4 ia menangkan. Keren kan?

tips coding challenge womenwill hackathon

Mas Sapto saat beraksi mempresentasikan karya course aggregatornya untuk platform UN Women 8 Desember 2018 lalu.  Womenwill Hackhathon adalah Challenge terakhir yang beliau ikuti bersama dengan rekan satu timnya, putra bungsunya sendiri. Mereka berhasil melaju hingga ke babak final.

Klik laman profile Dicoding beliau untuk detail lengkapnya: https://www.dicoding.com/users/2056

Tips Coding Challenge – Resep agar Langganan Menang Coding Challenge

Pasti kalian penasaran kan, apa resepnya hingga beliau mampu melejit berprestasi sedemikian rutinnya.  Ini dia beberapa tips dari Mas Sapto:

#1 Berani mempelajari hal yang baru

Tips coding challenge pertama adalah jangan takut jika tidak merasa menguasai materi. Banyak di antara kita yang ikutan sebuah kompetisi karena percaya diri sudah menguasai materi lomba. We believe we’re an expert so that we’re ready to embrace the challenge. Itulah dogma yang umum berlaku.

Namun tidak demikian halnya dengan bapak yang satu ini. Mas Sapto umumnya mengikuti Challenge justru karena belum tahu, apalagi menguasai materi yang dilombakan. Ia merasa Dicoding Challenge adalah sarana pemicu semangat belajar hal yang baru. “Saya pilih Challenge di bidang-bidang yang saya belum pernah sentuh. Dengan ikutan, saya jadi sekalian belajar,” akunya.  

Lewat Dicoding Challenge, ia mengaku jadi tahu -bahkan memenangkan- kompetisi bertema Internet of Things dan game Virtual Reality. Kompetisi yang ia maksud adalah AgnosThings Savvy Home Apps Challenges tentang IoT dan Samsung: Indonesia Next Apps 3.0 – Tizen Wearable Challenge tentang aplikasi pada platform wearable Samsung.

tips coding challenge agnsthings iot developer challenge

Saat menerima hadiah pada sebuah Challenge yang menurutnya paling berkesan. “Banyak diliput Mbak,” kenangnya.

“Waktu itu padahal lawan-lawannya ya game studio,” kenangnya. Meski saingannya berat, beliaulah yang keluar sebagai pemenang.

Saat membuktikan bahwa ia bisa menaklukan sebuah materi baru, efek “nagih” pun muncul.  Pria yang hobi main game ini pun jadi kian bersemangat menaklukkan Challenge berikutnya.

#2 Utamakan Ide Out of the Box

Tips coding challenge berikutnya adalah untuk selalu utamakan ide unik dan orisinal. Programmer ini pernah menang juara 2 di Indonesia Next App. Waktu itu beliau Juara 2 Samsung Indonesia Next Apps 3.0 – Tizen Wearable Challenge. Mas Sapto membuat game berdasar denyut jantung di aplikasi Tizen Wearable yakni smart watch keluaran korporasi internasional asal Korea tersebut. Karyanya dinilai sebagai satu-satunya peserta yang memanfaatkan mekanisme metabolisme tubuh yang -uniknya- juga tersambung pada game play secara langsung (live).

Orisinal kan, idenya teman-teman? Di game yang bernama “Devil in My Heart “ini saat penggunanya santai dan rileks, musuh sangat mudah dikalahkan. Namun saat adrenaline pengguna meningkat dan detak jantung pun memburu, kesulitan sontak jadi dobel-dobel. Tak pelak, musuh kian sulit dilumpuhkan.  

tips coding challenge tizen wearable challenge

Game Devil in My Heart yang memanfaatkan denyut jantung pengguna yang tersambung pada game play

Insight dari game ini adalah bahwa pengguna harus tetap rileks dan menjaga pikiran tetap tenang dalam situasi apapun. “Pikiran positif adalah kunci.” Itu jualah yang menarik hati dan meyakinkan para juri bahwa ini bukan game biasa. Melainkan game unik yang berfaedah. 

Salah satu dari 6 LINE API Expert di Indonesia

Mas Sapto adalah salah satu dari enam LINE API Expert di Indonesia. Apa itu LINE API Expert? Mereka adalah para engineer yang diakui LINE memiliki pemahaman dan kemampuan yang dalam mengenai API yang disediakan perusahaan teknologi asal Jepang tersebut. Karena itulah, mereka dianggap berpengaruh pada komunitas. 

tips coding challenge ke jepang

Mas Sapto (paling kanan) saat pertama kali menjejakkan kakinya di bandara internasional Narita di Jepang

Gimana ceritanya sampai beliau dipercaya jadi salah satunya? Dia gunakan kedua tips coding challenge yang telah kita bahas.

Berawal dari tahun 2017 Mas Sapto mengikuti Dicoding x LINE Creativate Challenge di mana ia membuat beberapa bot. Salah satunya adalah bot “Othello” alias game multiplayer Othello. Waktu itu Othello menjuarai kategori “Fun” lagi-lagi karena ide segarnya. Di saat para kontestan lain menggunakan fitur chatting, ia menggunakan fitur image map. Saat user men-tap gambar, otomatis karakter bisa berjalan. Gameplay yang tergolong unik dan orisinil pada saat itu.   

Selain itu lulusan teknik Elektro UGM ini juga membuat sebuah “framework” yaitu program yang mempercepat pembuatan bot. Ia berujar “Sampai sekarang program tersebut masih sering dipakai.” Dibuktikan dengan pesan langsung (direct message) beberapa developer yang menanyakan teknis pengembangan pada beliau.

Baru-baru ini pria kelahiran Banyumas ini diundang ke Tokyo, Jepang, pada perhelatan akbar LINE Developer Day 2018. Bersama tiga orang representatif Dicoding -Kevin Kurniawan, Nur Rohman dan Habibi Mustafa- Mas Sapto jadi bagian dari 1,000 lebih engineers se-Asia yang berkesempatan mencicipi beragam technology update menarik. “Seneng juga Mbak, ini pertama kali saya ke Jepang,” imbuhnya dengan senyum sumringah.  

tips coding challenge pakai sandal jepit

“Mas Sapto itu orangnya multi-talenta, pekerja keras, dan sedehana. Bahkan masih pakai sandal jepit sampai di Jepang.” (Baca: Jepang kala musim gugur bersuhu di bawah 10 derajat C), ujar Habibi Mustafa, rekan Dicoding sesama LINE API Expert.  OK. Tercyduk.

Tentang Peran Publik, Anak, dan Cita-Cita

Menurut Mas Sapto semua programmer harus sadar. Ada segudang masalah di Indonesia. “Ayo kita bantu Indonesia menyelesaikan masalah-masalah publik.” Setengah berseloroh, ia bilang “Sebanyak mungkin orang Indonesia, bisa coding!” Supaya “masalah selesai,” ungkapnya optimis. 

Ia percaya setiap programmer punya peran komunitas. Tak boleh egois dan mementingkan diri sendiri.  Di benaknya, programmer yang ideal adalah mereka yang punya semangat dan aksi nyata untuk maju bersama-sama.    

Saat ditanya apa passion utamanya, ia menjawab “Game development!” Ia mengaku sangat termotivasi untuk mengembangkan game sederhana namun dengan tingkat kesulitan tinggi.

Untuk aset game, perlahan bapak penghobi game dan komik ini mulai “mensubkontrakkannya” kepada putranya yang kini duduk di kelas 2 SD. Kok bisa? Didikan sang ayah membuat si ragil gemar bereksplorasi dengan Blender dan Inkscape untuk menggambar. Saat bertanya pada si bungsu apa cita-citanya, jawaban yang ia terima kira-kira “Kalau gede pengen jadi kaya ayah.” Inilah hal yang kerap memantik senyum dan bahagia dalam hatinya.

Si kecil memang sudah tertarik membuat game sejak kecil. Saat ini “lagi suka sama robot, jadinya bikin game robot,” akunya.  Mengikuti minat sang anak, Mas Sapto pun menyekolahkannya di sekolah coding anak-anak. “Toh anaknya seneng,” ujarnya.

Sosok family man yang satu ini juga memiliki putra lainnya. Si sulung yang kini duduk di kelas 1 SMP. Ia merasa paling betah saat di rumah, berkumpul bersama anak-anak dan istri tercinta.

Pada developer muda, lelaki 39 tahun ini berpesan

Jangan malas belajar. Sebagai pembanding, saya ini sudah PNS. Punya gaji tetap. Sekedar untuk hidup, saya sudah dapat. Tapi saya tidak mau menyia-nyiakan anugerah otak yang Tuhan berikan. Ikuti Challenge, pelajari hal baru dari situ. Jangan takut bersaing dengan perusahaan besar dan game studio.

Wow, mantap sekali sarannya Mas Sapto. Semoga kami pun bisa tekun belajar dan berkarya seperti Mas. Kamu punya tips coding challenge dan ingin berbagi? Komen di bawah ya.

 

Ikuti jejak Soesapto dengan ikut belajar Menjadi Android Developer Expert di https://www.dicoding.com/academies/14

Simak juga tips lain mengenai coding dan android di:

“Guideline ngoding di Android Studio” https://blog.dicoding.com/guideline-ngoding-di-android-studio/

“Android Studio: Aplikasi Error! Apa yang harus dilakukan?” https://blog.dicoding.com/android-studio-aplikasi-error-apa-yang-harus-dilakukan/

“Tips Bertanya Coding dengan Baik”  https://blog.dicoding.com/tips-bertanya-coding-baik/

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding