Mau LULUS Harus FOKUS: Cerita Erwin lulusan kelas MADE asal Batam

Mau LULUS? Harus FOKUS: Cerita Erwin lulusan kelas MADE asal Batam

Nama saya Erwin mahasiswa Politeknik Negeri Batam angkatan 2014. Saya berkesempatan mendapatkan beasiswa Google kelas MADE batch 4 dan saat ini telah bekerja di PT. Inforsys Indonesia, Batam, sebagai Android Developer. Semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit inspirasi bagi teman-teman yang sedang menuntaskan kelas Menjadi Android Developer Expert ataupun teman-teman yang ingin belajar android.

Saya dibesarkan di pinggiran Kota Batam. Jauh dari teknologi canggih. Sangat minim akses pengetahuan tentang komputer. Sejak diterima di Politeknik Negeri Batam saya mulai giat belajar mengenai komputer. Awalnya saya membuat sebuah aplikasi sederhana menggunakan bahasa C dan ternyata berhasil. Sejak itulah saya senang sekali dan jatuh hati dengan dunia pemrograman. Mulailah saya cari-cari referensi di internet  dan ikut seminar.

Saya tertarik dengan Android ketika menghadiri Dicoding Event bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Maret 2018 lalu. Dalam event tersebut saya belajar banyak hal tentang android. Tak lupa saya mendaftar beasiswa Bekraf untuk kelas belajar Membuat Android untuk Pemula. Saya pun diterima. Tak disangka ilmu yang didapat, mengantarkan saya pada tawaran pekerjaan sebagai  freelancer di salah satu perusahaan di Batam. Selain itu saya pun diminta mengajarkan dasar-dasar android pada teman-teman kampus. Ini membantu memudahkan mereka mengerjakan Tugas Akhir.

Pada 29 Oktober 2018 lalu saya kembali mendapat kesempatan belajar lainnya dari Dicoding. Bahagia rasanya membaca email pemberitahuan bahwa saya memperoleh beasiswa kelas Menjadi Android Developer Expert yang didukung oleh Google. Berita tersebut membuat saya kian bersemangat. Strategi mulai saya susun. Saya ingin keseharian membantu teman-teman saya mengerjakan Tugas Akhir dan mengerjakan tugas kantor, bisa berjalan beriringan dengan kelas MADE yang sudah di depan mata. Jika tak pandai membagi waktu, saya khawatir keteteran belakangan.

Apa yang saya lakukan? Saya membuat kartu tugas untuk ditempelkan pada sebuah papan  di atas meja kerja saya atau yang disebut dengan kanban board. Papan tersebut terdiri dari tiga bagian yaitu backlog, on progress, dan done. Saya memasang tugas yang harus saya kerjakan di bagian backlog kemudian saya mulai mencicil backlog yang harus saya kerjakan.

Kanban board untuk membantu Erwin mengatur checklist yang harus dia kerjakan

Target saya, semua task yang berstatus “on progress” harus berstatus “done.” Bukan mandeg, apalagi tertunda. Dalam hati dan planner saya, saya punya tekad yang kuat untuk lulus dalam 50 hari. Ternyata strategi tersebut cukup efektif. Di hari belajar MADE yang ke-50 saya berhasil mengumpulkan submission pamungkas. Piuhh, akhirnya. Berita baik datang tiga hari setelahnya. Lelah dan kurang tidur terbalas dengan satu status: LULUS. Duh, senangnya!

Kini dua bulan setelah rampung saya mulai refleksi diri. Kenapa ya saya bisa menyelesaikan semua submission di kelas MADE? Padahal waktu itu baru sebagian modul yang  pernah saya temui/aplikasikan di tempat kerja. Jawabannya, mungkin karena saya mencoba fokus mengerjakan tugas dan menyelesaikan setiap potongan backlog sesuai dengan timeline yang saya tetapkan sendiri. Tanpa fokus, mudah sekali untuk bilang “bosan,” pergi, dan mengiyakan ajakan teman untuk main game.  Memang ya, godaan itu, berat dan ada di mana-mana. Kita mesti FOKUS kalau ingin berhasil.

Sampai di titik ini dengan lulus dari kelas MADE saya justru merasa semakin terpacu untuk mengembangkan diri. Semakin haus dengan learning curve yang baru. Semakin merasa masih banyak PR yang harus saya pelajari. Semua demi mencapai impian saya, yaitu membangun software house sendiri. Kini saya pun sedang mengembangkan aplikasi “Okurity” (on-progress). Doakan ya teman-teman.  

Sekian kisah saya. Semoga perjalanan ini terus berlanjut dan jadi cerita inspiratif bagi orang lain.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding

Leave a comment