“She and the Light Bearer,” Game Juara Dicoding Challenge yang Mendunia

This game has much more to offer, such as beautiful artwork and music, and overall compelling story, it is too good to miss.
(player review @ Steam)

“She and the Light Bearer” adalah game fairy tale lokal dengan reputasi internasional. Game karya Mojiken studio, Surabaya, ini telah meraih 9 honorable mentions* dalam festival game di dalam dan luar negeri. Jika ditelusuri penghargaan pertama datang dari Dicoding. Yup, versi purwarupa game ini sempat menjuarai Challenge Indiesche Partij x Bekraf 2016.

Salut untuk sang art director and writing “She” –Brigitta Rena– dan technical director -Elwin Lysander dan Pathetic Experience- yang konsisten menggarap game ini 2 tahun lamanya. Kini She dipublikasikan oleh Togeproductions. 

Yang istimewa, kami bangga akan mempromosikan “She and the Light Bearer” ini pada SXSW Trade Show 10-13 Maret 2019 mendatang di Austin, Texas, Amerika Serikat. SXSW (baca “South by South West) adalah sebuah festival tahunan yang hype di kalangan penikmat-pembuat film, musik, media interaktif, dan startup dunia. Sejak 1987 SXSW sukses menjelma jadi ajang pamer produk dan “discovery”  para profesional, termasuk praktisi transformasi digital.

Setelah melalui tahap seleksi, Dicoding dipercaya Badan Ekonomi Kreatif untuk menjadi bagian dari paviliun Indonesia bertajuk “Archipelageek.”

“Dicoding kami pilih untuk jadi showcase talenta digital developer Indonesia” (30/1).
(Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala BEKRAF)

Dicoding akan berangkat bersama 5 startup lainnya di bidang maternal health hingga modest sportswear. Ini adalah tahun ketiga Paviliun Indonesia meramaikan ajang bergengsi ini.

Apa yang akan kami bawa? Dengan tagline The best Indonesian digital talents for the world, kami akan mengangkat Academy, Jobs, dan karya digital yang tervalidasi industri. Di antara lebih dari 5,200 apps dan games dari Dicoding Challenge selama 4 tahun terakhir, kami memilih game “She and the Light Bearer.”

Beberapa fakta yang harus kamu ketahui tentang game yang baru rilis di Steam, 17 Januari 2019 ini:

  1.    Storyboard

Tokoh utama dari point-and-click game ini adalah seekor “Firefly” alias kunang-kunang imut merah jambu yang bercahaya. Ia menelusuri dalamnya hutan warna-warni untuk menemukan “The Mother,” sang penentu nasib hutan dan seisinya. Main di game ini, kamu akan berperan sebagai si kunang-kunang kecil. Kamu akan memecahkan tantangan dan petunjuk dari para penghuni hutan untuk membawamu kian dekat pada The Mother.

  1.    Tema Fairy Tale dan Petualangan

Bermain game petualangan ini seperti halnya membaca buku dongeng dunia peri dengan desain yang tak biasa. Feeling artsy? Coba lihat dan mainkan game ini. Untuk menyampaikan cerita, “She” menggunakan banyak petunjuk dan dialog yang puitis berbahasa Inggris. Seperti salah satu ulasan di laman Steam-nya.

“The whole game feels like a poem written with sincerity and love.”

Singkatnya, “She” berhasil memenuhi ekspektasi pemain kala disuguhi intro game yang manis berbunyi:

Welcome to the forest,
O
 Bearer of Light.

Come and see
beings of fairy tale
who welcome thee.

Dancing grasses,
laughing flowers,

in hope and tears, the Forest cheers.

Come and hear
stories and wisdom,
treasured so dear.

  1.    Visual Terinspirasi Indonesia

Kalau kamu suka dengan visual yang lembut, tetumbuhan rimbun dengan cita rasa Indonesia, pasti kamu suka. Game ini sepenuhnya hand-drawn dan animated. Setting hutan terinspirasi dari kekayaan hutan hujan tropis Indonesia, lengkap dengan ekosistemnya. Jelasnya, tokoh-tokoh yang membantu She dalam petualangannya itu, personifikasi tumbuhan-tumbuhan dalam ekosistem hutan hujan Indonesia. Ada karakter Orchid alias bunga anggrek, Gloomy alias Rafflesia arnoldii asal Bengkulu, dan karakter pohon bijak yang mengingatkan kita pada rimbunnya pohon beringin atau mahoni.

  1.    Indah Didengar

Tak hanya enak dilihat, game ini pun indah didengar. Original Soundtrack She bergenre folk music dengan sentuhan akustik dan tetabuhan gamelan Jawa. Suguhan musiknya pas dengan pesona dan atmosfer game yang dreamy. Musisi di balik OST ini adalah Pathetic Experience, Masdito Bachtiar, dan Christabel Annora yang juga memasarkan karyanya via kanal Spotify dan iTunes.

  1.    Game Ramah Anak

Storyboard, gameplay, dialog dan unsur-unsur lain dalam game ini, ramah anak. She memenangkan titel “Best Kids and Family Game” pada festival game Indie Prize Casual Connect Asia 2017.

Tertarik mencoba “She” lebih lanjut? Rasakan feeling light-hearted, happy, fun dan deep saat memainkan game ini.

Temukan deskripsi dan trailer-nya di sini.

Dapatkan game dan baca ulasan para pemain via Steam di sini.

Dengarkan soundtracknya di sini.

Dengan membawa “She and the Light Bearer,” Dicoding ingin mengibarkan spirit dan portfolio developer Indonesia ke kancah dunia!

Ikuti Dicoding Challenge ya. You could be Indonesia’s next global product.

Baca review Forbes dalam bahasa Inggris, di sini .

)* 

  • “Winner” Dicoding Challenge Indiesche Partij x Bekraf 2016 
  • “Excellence in Art” Busan Indie Connect, 2018
  • “Best Visual Art” Level Up KL, 2018
  • “Best Art Direction” Indie X Lisboa Games Week, 2018
  • “Best Kids and Family Game” Indie Prize Casual Connect Asia, 2017
  • “Official Selection” Tokyo Game Show 2017
  • “Most Promosing Game” Bekraf Game Prime 2017
  • Official Selection Next Exhibit
  • Official Selection Longitude Asia Pacific  Games and Play

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding