Putra Daerah yang Bercita-cita Membangun Komunitas Game Developer Tasikmalaya

Wahyu Muhamad Rizqi, 22 tahun, developer asal Tasikmalaya, Jawa Barat bercita-cita membangun game developer di kotanya.

Sebelumnya, lulusan kelas Menjadi Game Developer Expert ini telah mendirikan komunitas serupa di kampusnya, Universitas Siliwangi.

Ia yakin di Tasik banyak juga game developer dengan skill yang tak kalah bersaing dengan sesama game developer di kota-kota besar.

“Namun hingga sekarang belum ada wadahnya,” tutur pria yang telah mengikuti 11 kelas Academy ini.

Mengajak Teman-teman untuk Ikut Dicoding

Seusai lulus dari kelas Menjaid Game Developer Expert, Wahyu aktif mengajak rekan-rekannya untuk mengikuti jejak langkahnya: jadi member Dicoding, dan ikutan kelas Dicoding Academy.

“Tadinya anggota komunitas gamedev di Unsil hanya 5 orang. Dalam beberapa minggu, berkembang jadi 30.” tuturnya senang.

Wahyu pun mendirikan game studio sendiri bernama “Rock Solid Studio” yang berbasis di Tasik.

Bersama rekan-rekannya, mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Informatika ini mulai menjajal Dicoding Challenge, yakni ajang berkompetisi menghasilkan produk teknologi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh mitra Dicoding.

Menyalurkan Hobi Berkompetisi lewat Challenge

“Saya emang seneng kompetisi. Jadi ada motivasi lebih untuk berkarya,” serunya.

Memang, lewat Challenge, developer bisa menjajal kemampuannya dan bersaing menciptakan karya terbaik yang  menjawab kebutuhan user. Hak cipta produk, tetap pada developer. Dengan ini, developer bisa mendapat dukungan lebih lanjut dari mitra Dicoding, yakni pemerintah atau perusahaan.

Dalam Challenge berskala nasional “Digital Challenge 2017,” yang diadakan Kemenkominfo dan Ericsson, Tim Rock Solid lolos sebagai finalis. Challenge ini merupakan ajang kompetisi pembuatan aplikasi digital menyambut Asian Games 2018.  Dicoding turut menjadi salah satu juri dan partnernya.

Meski belum beruntung, Wahyu senang bisa diundang ke Jakarta dan bertemu banyak developer hebat. “Sekalian ngajak temen-temen jalan-jalan di kota Jakarta,” imbuhnya polos.

Senang kalau Teman-temannya Berhasil

Pernah dengar ungkapan, “Seneng kalau orang lain susah, dan susah kalau orang lain seneng?” Nah, Wahyu itu kebalikannya. Ia senang melihat teman-teman developer-nya berhasil.

Wahyu ini sosok yang ceriwis. Ia juga cerewet memotivasi teman-temannya untuk terus mengembangkan diri dalam dunia IT.

Dia yang pertama kali gembira saat tahu teman-temannya meraih milestone. Beberapa di antaranya terpilih dalam seleksi beasiswa dari partner Dicoding.

Wow, selamat!

Mau Bangkit Menghasilkan Game yang Hits

Di Rock Solid, Wahyu dan tim telah menelurkan game “Youfoe.” Pria yang sejak kelas 3 SMP-nya ini suka dengan dunia IT ini bilang kalau Youfoe itu, game in-house favoritnya. “Meski favorit, downloadnya baru sedikit. Belum dapat produk yang laku!” katanya terkekeh.

Ke depannya, Rock Solid akan lebih jeli meriset pasar sebelum membuat game. Itulah pelajaran yang ia ambil, ujarnya. Wahyu melihat bahwa kini game berkembang ke arah tipe game santai pengisi waktu luang di mana pemain bisa “pagede-gedean skor.” Alias bersaing ketat dalam perolehan skor.

Saat ditanya apa manfaat kelas MGDE bagi karir dan cita-citanya sekarang, ia bertutur “Banyak. Kalau dari segi materi game, isinya lengkap. Ada materi dasar hingga lanjutan. Hanya di Dicoding saya mendapatkan panduan selengkap ini.“ Penggunaan Bahasa Indonesia juga sangat memudahkannya dalam memahami materi. “Apalagi sekarang ada materi Virtual Reality,” tambahnya.

Kolaborasi adalah Koentji

Wahyu percaya dengan kekuatan kolaborasi dan bergerak bersama. Dengan bergerak bersama komunitas, ia dan teman-teman bisa saling berbagi pengetahuan. Wahyu telah mempraktikannya. Setelah redeem rewards, biasanya ia akan menggunakan peranti IT yang ia dapatkan sebagai bahan demo workshop untuk teman-temannya. Keren kan?

Mahasiswa yang minta didoakan segera lulus ini pun sedang gemar belajar digital marketing. Tujuannya untuk membantu anak-anak pesantren di kota kelahirannya, Ciamis, Jawa Barat, dalam memasarkan produk-produk hasil karya para santri.

Untuk rekan-rekan developer, Wahyu ingin menitip pesan. Teruslah berinovasi. Ikuti teknologi terkini. Jangan menyerah. Kalau kita mau, pasti ada jalan. “Intinya bukan bisa atau nggak, tapi mau atau nggak!” tutupnya berapi-api.

Semoga tak lama lagi Wahyu dan teman-teman berhasil mendirikan komunitas Game developer Tasikmalaya ya! Jangan lupa tag Dicoding, untuk Event-nya. We’ll always support you.

Dicoding bangga punya developer yang suka berbagi seperti Wahyu ini.

Tapi maaf ya. Maaf banget. Dia udah nggak single lagi.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding

5 comments, add yours.

I Wayan Dharman

Memang mantap kang Wahyu ini.

I Wayan Dharmana

Memang mantap kang Wahyu ini.

Ibn

Nggak singglenya kan sekarang min :V besok kan sapa tau masih ada kesempatan :V

any way, moga kuliahnya cepet lulus… biar bisa lebih fokus ke hal-hal lainnya

Ibn

Oiya, saran…

mungkin link game nya bisa dishare di artikel ini, penasaran pengen nyobain terus kasi rating

Leave a comment