Dicoding's Blog

2 Tahun Dicoding


Tak terasa telah 2 tahun dicoding hadir menemani lebih dari 42,000 developer di Indonesia. 2016 adalah tahun yang sangat menarik bagi kami, karena 140 event developer terselenggara dalam satu tahun.

2 tahun dicoding

Bandung, 5 Januari 2016 – Terima kasih kepada kawan-kawan komunitas, partner industri, dan pemerintah yang telah membantu misi kami dalam rangka pemerataan teknologi dengan memberikan pelatihan kepada lebih dari 20,000 developer yang berasal dari 250 kota. Program pembelajaran jarak jauh dicoding academy dirancang untuk membekali siswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan kedepannya. Lebih dari 20,000 developer telah belajar melalui dicoding academy dan 2,000 lulusan telah bekerja di berbagai perusahaan teknologi maupun membangun produknya sendiri.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan di Google, IBM, Intel, dan Microsoft yang telah berkenan bekerjasama membangun kurikulum terbaik untuk mengangkat derajat developer Indonesia. Tak lupa kami juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada kawan-kawan reviewer yang telah mereview lebih dari 100 GB kode buatan developer seantero Nusantara. Semoga ilmu yang bermanfaat bisa menjadi berkah untuk kita semua.

Demi bisa membantu lebih banyak developer, mulai hari ini semua modul dalam kelas reguler dicoding academy dapat dibuka secara gratis oleh user yang telah terverifikasi. Namun untuk mendapatkan validasi dan review dari mentor dicoding, siswa dapat melakukan upgrade dengan menggunakan dicoding point.

Lebih dari 3,800 produk digital dalam bentuk aplikasi maupun game telah dibuat oleh kawan-kawan dicoding dan telah diunduh lebih dari 330 juta kali. Kami ingin mengucapkan terima kasih banyak karena telah menjadi bagian dari keluarga besar dicoding dan berkarya untuk Indonesia. Menyambut 2017, mari kita banjiri market lokal dan global dengan produk terbaik developer Indonesia.


Tips Mengirim Data Antar Activity di Android Studio

Bertemu lagi dengan dicoding tips. Kali ini kita akan membagikan tips seputar transportasi data antar activity (Transportasi?? Udah kayak jalanan aja ya hehe ). Oke langsung saja supaya jalanan tidak macet #loh

Sebelumnya pastikan kalian sudah punya project yang akan kita eksekusi. Disini kita akan mencoba mengirim data dari satu Activity ke Activity lain. Yuk langsung saya kita buat tampilan di Activity pertama.

try2

Selanjutnya di Activity yang kedua, dengan tampilan seperti di bawah ini:

try4

Sekarang kita coba mentransfer data dari Activity pertama ke Activity ke dua. Saatnya modifikasi code di kelas Activity yang pertama, kalau disini nama kelasnya “MainActivity” dan Activity ke dua nama kelasnya “Activity2”.

Continue reading

Tips Membuat Tampilan Aplikasi Android yang Responsive (ScrollView)

Hai ketemu lagi dengan mini tips dicoding. Kali ini kita akan membagikan satu tips yang berhubungan dengan Layout Scrollview.

Kalian pernah ga coba membuat layout sedemikian rupa agar semua konten masuk dengan sempurna? Tapi ketika di jalankan di device, tampilan layout kalian menjadi berantakan. Contoh kasus nya seperti ini :

case-1

Nah tampilan di preview Android Studio sih aman-aman saja.

Ketika di run di device lain yang tidak sesuai dengan preview  di Android Studionya …

whatsapp-image-2017-01-19-at-13-11-30

Continue reading

3 Produk Memenangkan Challenge Om Rilis Om

Salah satu faktor penentu apakah aplikasi/game teman teman developer akan muncul di listing store adalah bagaimana kita merilis app/game dan memberikan pembaruan di momen-momen penting dan pada frekuensi tertentu. Seiring dengan adanya fenomena “om telolet om”, Dicoding ingin membuat rekan-rekan developer berperan serta, dengan cara rilis (atau update) karya terbaru milik masing-masing Developer dengan membuat sebuah Challenge yang berjudul Om Rilis Om.

Setelah Challenge Om Rilis Om diadakan selama 2 minggu maka pada tanggal 6 Januari 2016 kami telah memilih 3 pemenang yang telah berpartisipasi di Challenge Om Rilis Om dan berhak mendapatkan hadiah 1.000 Dicoding XP dan Point. Ketiga pemenang tersebut adalah :

Game5mobile dengan produk berjudul Bus Fever : Om Telolet Om
screenshot_1

One Labs dengan produk berjudul Pipo : Jumpman Adventure
screenshot_3

Gulajava Ministudio dengan produk berjudul Pancasila dan UUD 1945
screenshot_2

Selamat kepada para pemenang! Tetap Semangat! Tetap Produktif!

Salam,

Dicoding Team

2 tahun dicoding

2 Tahun Dicoding

Tak terasa hari ini tepat 2 tahun dicoding hadir menemani lebih dari 42,000 developer di Indonesia. 2016 adalah tahun yang sangat menarik bagi kami, karena 140 event developer terselenggara dalam satu tahun.

1

Terima kasih kepada kawan-kawan komunitas, partner industri, dan pemerintah yang telah membantu misi kami dalam rangka pemerataan teknologi dengan memberikan pelatihan kepada lebih dari 20,000 developer yang berasal dari 250 kota.

2

Program pembelajaran jarak jauh dicoding academy dirancang untuk membekali siswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan kedepannya. Lebih dari 20,000 developer telah belajar melalui dicoding academy dan 2,000 lulusan telah bekerja di berbagai perusahaan teknologi maupun membangun produknya sendiri.

3

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan di Google, IBM, Intel, dan Microsoft yang telah berkenan bekerjasama membangun kurikulum terbaik untuk mengangkat derajat developer Indonesia. Tak lupa kami juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada kawan-kawan reviewer yang telah mereview lebih dari 100 GB kode buatan developer seantero Nusantara. Semoga ilmu yang bermanfaat bisa menjadi berkah untuk kita semua.

4

Demi bisa membantu lebih banyak developer, mulai hari ini semua modul dalam kelas reguler dicoding academy dapat dibuka secara gratis oleh user yang telah terverifikasi. Namun untuk mendapatkan validasi dan review dari mentor dicoding, siswa dapat melakukan upgrade dengan menggunakan dicoding point.

5

Lebih dari 3,800 produk digital dalam bentuk aplikasi maupun game telah dibuat oleh kawan-kawan dicoding dan telah diunduh lebih dari 330 juta kali. Kami ingin mengucapkan terima kasih banyak karena telah menjadi bagian dari keluarga besar dicoding dan berkarya untuk Indonesia. Menyambut 2017, mari kita banjiri market lokal dan global dengan produk terbaik developer Indonesia.

2016111512311885286360c7e63b19f0cf575224f2fbcc

5 Aplikasi Memenangkan Challenge Bantu Ibu dengan Teknologi

Sosok Ibu yang begitu berjasa bagi keluarga dan anak-anaknya, tentu sudah selayaknya dirayakan dan dihargai. Setiap tahun, tanggal 22 Desember adalah hari spesial untuk para ibu di Indonesia. Di zaman digital ini, tugas seorang ibu seorang seperti memasak, mendidik anak, dan sebagainya seharusnya dapat dipermudah dan dibantu dengan teknologi yang tersedia.

Oleh karena itu IBM Indonesia berinisiatif untuk menantang developer di tanah air untuk membuat sebuah produk digital berbasis mobile menggunakan IBM Bluemix Platform yang dapat membantu tugas keseharian para Ibu di Indonesia dengan membuat sebuah Challenge yang berjudul Bantu Ibu dengan Teknologi.

Setelah Challenge Bantu Ibu dengan Teknologi diadakan selama satu bulan maka pada tanggal 22 Desember 2016 kami telah memilih 5 pemenang yang telah berpartisipasi di Challenge Bantu Ibu dengan Teknologi. Kelima pemenang tersebut adalah :

Fandy Rahmat Saputra dengan aplikasi berjudul Dapoer (Resep Masakan)
1

Imanudin Sholeh dengan aplikasi berjudul Cooking Assistant
2

Arrival Sentosa dengan aplikasi berjudul iWatchYou Children Monitoring
3

Akhmad Fuady Rifqiyanto dengan aplikasi berjudul Bunda Berencana
4

Ranger_Merah dengan aplikasi berjudul MyFridge
5

Selamat kepada para pemenang! Tetap Semangat! Tetap Produktif!

Salam,

Dicoding Team

Pengisian Alamat Saat Melakukan Order Rewards dan Waktu Pengiriman Rewards

Untuk kawan kawan yang memiliki point di Dicoding dan berencana untuk melakukan order Rewards di Dicoding, sekarang anda dapat langsung memasukkan alamat pengiriman Rewards pada saat melakukan order Rewards di Dicoding.

99

Dengan adanya fitur ini maka team Dicoding dapat langsung menerima alamat kemana Rewards yang telah diorder akan dikirim.

Setelah tanggal 21 Desember 2016 kami hanya akan melakukan proses order rewards 1 kali setiap minggu di hari Jumat pukul 10.00. Terimakasih

Riset Penggunaan Aplikasi oleh Kaum Ibu di Indonesia

Tim dicoding telah melakukan riset sederhana mengenai penggunaan aplikasi dikalangan ibu (dengan minimal satu orang anak) yang tinggal di Jabodetabek. 50% dari responden menggunakan iOS dan 49% dari responden menggunakan Android. Hanya 1% dari responden yang menggunakan platform lain. Berikut adalah hasil survey yang dapat menjadi referensi untuk developer dalam mengembangkan solusi untuk menyelesaikan tantangan Bantu Ibu dengan Teknologi dari IBM.

 

Rekomendasi Aplikasi

Mayoritas ibu di Indonesia 67,5% mendapatkan rekomendasi untuk unduh aplikasi dari teman atau keluarga. Sementara 48,2% ternyata mendapatkan rekomendasi dari App Store atau Play Store. Sekitar 39,5% mendapatkan rekomendasi dari social media seperti facebook, twitter, path, atau instagram. Hanya 18,4% yang menyatakan mendapatkan rekomendasi dari website seperti blog atau berita.

1

Kesimpulan dari hasil riset ini adalah setiap aplikasi yang menyasar kaum ibu di Indonesia harus dapat memudahkan untuk share ke teman atau keluarga untuk mendapatkan efek viral.

 

Peruntukan Aplikasi

Mayoritas kaum ibu di Indonesia (57%) menggunakan smartphone hanya untuk pribadi. Namun hal yang menarik adalah 39,5% kadang menggunakan smartphone untuk anaknya. Hanya 3,5% yang memberikan penggunaan smartphone lebih banyak untuk anaknya. Hasil survey ini menunjukkan bahwa aplikasi yang ditujukan ke market anak-anak harus bisa menarik perhatian kaum ibu juga.

 

Jumlah Unduhan Aplikasi

Mayoritas ibu di Indonesia (35,1 %) telah mengunduh 6 – 10 aplikasi dalam smartphonenya. 28,9% telah mengunduh lebih dari 15 aplikasi. Sedangkan 20,2% menjawab telah mengunduh 10 – 15 aplikasi. Sisanya (15,8%) menjawab telah mengunduh 1 – 5 aplikasi.

2
Statistik ini menunjukkan masih besarnya potensi yang bisa dikembangkan dari market kaum ibu mengingat rata-rata aplikasi yang di install dalam setiap device yang beredar di dunia ini berdasarkan data dari tune berkisar antara 30 – 95 aplikasi.

 

Penggunaan Aplikasi Rutin

Mayoritas kaum ibu di Indonesia (55,5%) menggunakan 3-5 aplikasi setiap hari. 21,1 % kaum ibu menggunakan 6-8 aplikasi setiap hari. 14,9% kaum ibu menjawab menggunakan lebih dari 8 aplikasi setiap hari. Hanya 8,8% yang menjawab menggunakan kurang dari 3 aplikasi setiap hari. Data ini tidak terlalu jauh dengan data rata-rata penggunaan aplikasi di dunia. Dapat disimpulkan kaum ibu di Indonesia cukup aktif menggunakan aplikasi sehingga iklan bisa jadi opsi monetisasi yang masuk akal.

 

Kategori Aplikasi Favorit

Bersosialisasi merupakan suatu hal yang paling alamiah dari kaum ibu. Oleh karena itu tidak heran bila social network menduduki rangking teratas (76,3%) aplikasi favorit. Dalam survey ini ada beberapa responden yang meminta aplikasi yang memungkinkan untuk melakukan sosialisasi secara offline. Misalnya aplikasi untuk arisan, kumpul sosialita, kumpul berdasarkan interest, dsb.

3

Travel ternyata menjadi aplikasi favorit nomor 2 (55,3%). Beberapa responden menginginkan aplikasi yang dapat memberikan informasi untuk travel yang bisa mendukung keluarga dan anak-anak. Mengingat belum ada aplikasi yang mendukung family travelling.

Ecommerce sengaja tidak dimasukkan oleh mengingat pemain ecommerce Indonesia yang sudah cukup padat. Namun ada beberapa responden yang memasukan ecommerce dalam kategori “lainnya” dan secara spesifik meminta aplikasi ecommerce berbasis interest, misalnya jual beli barang sosialita atau jual beli mainan anak.

 

Harga Aplikasi Pilihan

Mayoritas ibu-ibu di Indonesia (67.5%) lebih menyukai aplikasi yang gratis. 7,9% menjawab Rp. 3.000 adalah harga yang wajar. Sementara 14% menjawab Rp. 5.000 adalah harga yang ideal. Hanya 10,5% yang menjawab diatas Rp. 5.000 adalah harga yang wajar. Dari hasil ini kita bisa menyimpulkan bahwa iklan atau in app purchase adalah solusi terbaik untuk aplikasi yang ditujukan bagi kaum ibu di Indonesia.

 

Kesimpulan

Semoga hasil riset sederhana ini dapat bermanfaat untuk mendukung kawan-kawan developer mengembangkan solusi terbaik untuk kaum ibu dengan IBM Bluemix. Sudah punya ide mau membuat apa? Ikuti tantangannya sekarang juga disini.