Dicoding's Blog

#ceritadicoding : Story of Dicoding


Dicoding secara resmi diluncurkan tanggal 5 Januari 2015 untuk menjembatani developer Indonesia dengan kebutuhan dan permintaan pasar yang semakin kompetitif. Melalui ketiga pilar: challenge, event, dan academy, dicoding secara giat bekerja untuk mewujudkan misinya menumbuhkembangkan ekosistem industri IT di Indonesia dengan mengasah talenta terbaik menghasilkan produk teknologi unggul yang mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

Pada akhir tahun ketiga, dicoding telah berhasil memikat lebih dari 77,000 developer IT dari 336 kota di seluruh Indonesia. Diantara jumlah tersebut, terdapat 632 diantaranya yang merupakan startup members dan memanfaatkan program-program dicoding untuk memotivasi, mendukung, dan meningkatkan kualitas karya digital startup-nya.

Dicoding mencatat lebih dari 18.000 pengembang aplikasi lintas platform telah mendaftar untuk mengikuti 395 offline events yang diselenggarakan oleh dicoding berkolaborasi dengan komunitas developer, pemerintah Indonesia, dan industri IT selama periode tahun 2015-2017.

Semangat dan kerja keras para developer untuk mempersembahkan karya terbaik mereka terangkum dalam lebih dari 3,600 karya digital yang lahir dari 130 tantangan pada platform challenge dicoding. Karya digital tersebut meliputi gim, aplikasi mobile, dan web dengan jumlah unduhan yang mencapai lebih dari 214 juta kali. Hal ini menunjukkan keunggulan kualitas developer Indonesia yang berdaya saing tinggi.

[... read more]

Aplikasi Jejaring Sosial untuk Masjid, Pertama di Indonesia

Dalam semangat meningkatkan kualitas ukhuwah Islamiyah di Tanah Air, Masjidku resmi diluncurkan sebagai aplikasi jejaring sosial untuk masjid pertama di Indonesia. Di tengah belum optimalnya komunikasi dua arah antara masjid dan jamaah, aplikasi Masjidku hadir untuk memudahkan masjid dalam penyampaian dakwah, pengelolaan kegiatan keagamaan, serta pelaporan infaq dan shodaqoh secara real-time dan akurat melalui fitur infaq online. Hal ini penting mengingat masih tingginya biaya yang dibutuhkan untuk penyiaran informasi rutin tersebut melalui media-media konvensional.

PS_Masjidku7

Dengan menggunakan Masjidku yang dapat diunduh secara gratis pada perangkat ponsel pintar (smartphone), pengguna dapat mengikuti (follow) kegiatan masjid tertentu, memberikan infaq atau shodaqoh secara online kepada masjid yang disasar, serta mendapatkan berbagai fitur pendukung ibadah lainnya seperti jadwal sholat, pengingat sholat, dan penunjuk arah kiblat pada ponsel. Pengguna Masjidku akan menerima push notification untuk semua kegiatan, berita, maupun infaq dari masjid-masjid yang mereka follow. Pengelola masjid pun dapat mengatur kegiatan dakwahnya, melihat laporan infaq shodaqoh secara real-time, serta membuat dan mengatur publikasi artikel dakwah di laman masjidnya.

Continue reading

Jadilah Perancang Pakaian Muslimah di Game Hijab Dress Up

Hijab Dress Up

Game berjenis Dressup merupakan salah satu jenis game yang digemari oleh anak-anak perempuan. Hal terjadi karena game berjenis ini memungkinkan pemainnya untuk memasangkan aksesoris maupun merubah penampilan fisik dari obyek yang berupa orang pada game tersebut sehingga pemainnya serasa menjadi perancang baju. Moms Interactive meluncurkan game dressup versi islami yang diberi nama Hijab Dress Up yang tersedia di Google Play Store.

Dalam game Hijab Dress Up ini pemainnya ditantang untuk membuat objek memiliki penampilan yang menarik mulai dari wajah, jilbab, kacamata, tas, kacamata, sepatu, hingga baju Abaya yang dapat disesuaikan dengan warna serta motif yang beragam.

Untuk mengkombinasikan semua komponen tersebut maka langkah pertama adalah pemain dapat memilih warna kulit untuk wajah dari objek dalam game ini. Selanjutnya, pemain dapat menentukan jenis dan motif dari Jilbab yang akan digunakan objek.

Continue reading

Dicoding Updates : Juni 2015

Devs,

Bagaimana kabarnya? Terima kasih telah menjadi bagian dari pencapaian Dicoding Indonesia, yang pada awal bulan Juni 2015 ini telah memasuki bulan keenamnya dan menaungi lebih dari 3.800 Developer dari 90 kota dan 30 Provinsi dari seluruh Indonesia. 3 Kota terbaru yang developernya bergabung di Dicoding, antara lain Sumbawa, Bima, dan Indramayu. Ijinkan saya untuk menginformasikan beberapa update terkait Dicoding. Ada 2 challenge baru, 2 event di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan 2 fitur baru dalam Dicoding.

Continue reading

Informatics Development Month – Universitas Padjadjaran

Pada tanggal 9 Mei 2015 yang lalu Universitas Padjadjaran mengadakan Informatics Development Month yang bertujuan untuk membangun hardskill mahasiswa-mahasiswa Teknik Informatika se-Bandung Raya dalam menghasilkan aplikasi untuk Windows sekaligus meningkatkan eksistensi Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Padjadjaran. Acara tersebut  diisi dengan seminar mengenai bagaimana cara membuat aplikasi dan game yang berkualitas oleh Kevin Kurniawan dan workshop membuat aplikasi Windows Universal Apps yang dibawakan oleh Pudja Pramudya dari Radyalabs.

Tiba hasil penjurian pada tanggal 27 Mei 2015 dan terdapat 3 tim yang mempresentasikan game dan aplikasi buatan nya :

Yang pertama adalah tim dari HIMA Universitas Padjadjaran yang membuat aplikasi Go Green dimana aplikasi tersebut memberikan informasi seputar global warming kepada masyarakat. Tujuan dari aplikasi ini adalah membuat masyarakat lebih paham mengenai global warming dan lebih mencintai lingkungan nya.

Jpeg

Yang kedua masih tim dari HIMA Universitas Padjadjaran yang membuat game yang menarik, dimana user diharuskan menembak pesawat musuh sebanyak mungkin. Game ini terinspirasi dari game jaman dahulu yang akan membuat kita bernostalgia dengan game yang sempat terkenal dijaman nya.

Jpeg

Dan yang terakhir adalah tim dari HIMA Polban yang membuat kamus sunda dimana kamus ini dibuat dengan 3 kombinasi bahasa yaitu English, Indonesia, dan Sunda sehingga warga asing yang tidak dapat berbahasa Indonesia pun dapat mempelajari bahasa sunda.

Jpeg

Secercah Harapan dari Kota Bogor

Sabtu, 25 Mei 2015 yang lalu saya mendapat undangan dari Universitas Ibn Khaldun Bogor untuk mengisi acara teknologi dari yang berjudul HIMATEKINFO Festival. Dua minggu sebelum acara, panitia memberitahukan bahwa acara akan dipindah ke Balai Kota Bogor. Saya sempat kaget, sepertinya selama 10 tahun pengalaman saya mengisi berbagai acara IT baru kali ini saya dapat kesempatan untuk mengisi acara di Balai Kota.

DSC_0088

Acara pun dibuka langsung oleh Bima Arya, walikota Bogor. Beliau sempat memperlihatkan CCTV yang saat ini ada dimana-mana. Meskipun di abad 20 ini jumlah CCTV bukan merupakan parameter kecanggihan, namun kita apresiasi niat baik dari pemerintah kota Bogor yang sangat ingin warganya sukses dan memberikan Balai Kota secara cuma-cuma untuk acara IT di akhir pekan adalah sinyalemen positif bahwa pemerintah ingin ekosistem IT lokal berkembang dan bisa melahirkan lebih banyak enterpreneur muda baru .

DSC_0118

Saya sendiri bicara soal bagaimana membangun aplikasi dan game yang berkualitas serta bisa berbicara di market global. Dalam kesempatan tersebut saya kombinasikan dengan pengalaman beberapa developer yang pernah saya bina sekaligus tentunya pengalaman pribadi sebagai enterpreneur membangun startup yang bernama dicoding ini. Melihat antusiasme dari sekitar 100 developer yang hadir serta dukungan yang kongkret dari pemerintah kota, saya yakin dalam 1 tahun kedepan akan hadir enterpreneur baru yang berkualitas dari kota Bogor ini.

 

Salam,

Narenda

Ghost Battle 2 : Bantu hantu lokal untuk melindungi pohon beringin keramat dari hantu luar negeri!

Bulan ini Raion Studio merilis game ketiganya loh! Yaitu Ghost Battle 2. Dari nama gamenya sudah pasti game ini bertemakan peperangan hantu. Game yang memiliki genre strategi ini memiliki keunikan tersendiri, selain dari segi art yang diunggulkan, permainannya juga mengangkat cerita hantu-hantu lokal Indonesia. Lalu kenapa game ini diberi akhiran “2” pada namanya? Yup, untuk sekedar tambahan informasi, game ini merupakan pengembangan dari prototipe Ghost Battle yang meraih penghargaan Best of The Best di ajang DCIC Telkomsel 2013 lalu. Beberapa fitur dikembangkan khusus untuk dapat bersaing di platform Android. Game ini membutuhkan waktu pengerjaan yang tidak sebentar, yaitu 9 bulan.

GB2

Continue reading

Rewards Wishlist : Mengetahui Preferensi Rewards Developer

Developers,

Sebuah fitur baru Rewards Wishlist telah kami hadirkan di platform Dicoding.

wishlist

Untuk saat ini, fitur ini dapat dimanfaatkan developer untuk menandai rewards-rewards yang diinginkan. Data yang kami himpun akan membantu kami menambahkan rewards-rewards sesuai dengan preferensi developer. Semakin cepat rekan-rekan menandai rewards-rewards yang rekan-rekan inginkan, semakin cepat pula kami menambahkan rewards baru yang mendekati preferensi rekan-rekan 🙂

Semangat!