Obrolan android dengan tim Google di Google I/O 2019

Obrolan Android dengan tim Google, dari Hati ke Hati

Obrolan Android dengan tim Google, dari Hati ke Hati – 

Google I/O 2019 diakhiri dengan fireside chat bersama tim Google. Developer yang datang bisa curhat atau memberikan pertanyaan pribadi. Topik bebas, ga ada batasan! Ini benar-benar jadi obrolan hati ke hati antara developer dengan Google.

Dicoding sudah mencatat pertanyaan yang dilontarkan oleh developer dan jawabannya. Menarik lho! Ayo kita lihat di bawah.

 

Obrolan Android: Apa fitur favorit di rilis Android Q?

Dark mode”

Romain Guy, Lead for Android Toolkit

Romain dengan obrolan android

Mungkin kalian pernah mencoba fitur serupa yang disediakan oleh pembuat perangkat atau aplikasi, namun sekarang jadi fitur resmi dari Google di Android Q dengan nama Dark Theme.

Cukup tekan tombolnya dan semua akan berubah jadi gelap. Warna utama bukan abu-abu gelap seperti opsi yang disediakan oleh berbagai aplikasi, namun benar-benar hitam. Fitur ini tentu akan bantu untuk memperpanjang umur baterai dan oleh karena itu akan otomatis aktif ketika perangkat yang menggunakan Android Q masuk mode battery-saving.

 

Obrolan Android: Bagaimana pendapat tim Android mengenai Kotlin/Native?

“Masa depan Kotlin/Native akan sangat menarik. Saat ini Tim Android sedang bekerjasama dengan JetBrains untuk mengembangkannya.”

Stephanie Cuthbertson, Senior Director for Android

Steph dengan obrolan android

Buat yang belum tahu apa itu Kotlin/Native, ini adalah teknologi untuk bisa compile kode Kotlin menjadi binary native yang dapat jalan tanpa menggunakan virtual machine. Jadi akan sangat bantu jika menggunakan platform yang penggunaan virtual machine tidak disarankan atau tidak mungkin dilakukan seperti buat embedded atau iOS.

Sekarang Kotlin/Native mendukung platform berikut:

  1. iOS (arm32, arm64, simulator x86_64)
  2. MacOS (x86_64)
  3. Android (arm32, arm64)
  4. Windows (mingw x86_64, x86)
  5. Linux (x86_64, arm32, MIPS, MIPS little endian, Raspberry Pi)
  6. WebAssembly (wasm32)

 

Obrolan Android: Apakah expanded screenshots / scrolling screenshots akan dibuat resmi di Android?

“Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Itu ide yang bagus. Namun tim harus cek prioritas development lainnya.”

Dave Burke, VP Engineering Android at Google

Burke dengan obrolan android

Scrolling screenshots memungkinan kamu untuk mengambil screenshot dengan panjang lebih dari satu layar. Sangat berguna jika kamu mau screenshot website yang panjang dalam satu file image.

Fitur ini sudah disediakan oleh OEM perangkat tertentu tapi belum resmi dikeluarkan oleh tim Android. Apakah ini artinya masuk ke pipeline seperti dark mode?

 

Obrolan Android: PWA vs AMP, pakai yang mana?

“Kita ingin developer ada opsi jadi developer bisa pilih sesuai kebutuhan mereka. Masing-masing ada pro dan kontra tapi opsi adalah jawaban terbaik untuk kebutuhan perusahaan.”

Aurash Mahbod, Director of Engineering for Play Store

Aurash dengan obrolan android

Jawaban yang agak politis? Tapi ada benarnya lho. Pendirian Google dan tim Androidnya adalah menyediakan sebanyak mungkin opsi bagi developer. Jadi segala kebutuhan developer dan perusahaan ada solusinya.

Nah buat kalian web developer yang mau belajar Progressive Web Apps, ada kelas akademi-nya lho di Dicoding. Coba di sini ya https://www.dicoding.com/academies/74

 

Obrolan Android: Wear OS tidak ada kabar, apakah sudah dibiarkan mati?

“Wear OS masih didukung. Bahkan kita investasi tambah tim jadi tunggu saja kabarnya.”

Dave Burke, VP Engineering Android at Google

Dave dengan obrolan android

Sistem operasi yang satu ini dibuat khusus untuk software perangkat wearable device, seperti smartwatch atau perangkat-perangkat wearable lainnya.

Buat developer wearable tentu ini kabar baik! Ga sia-sia belajar kan. Sabar ya tunggu kabarnya. Di Google I/O 2019, Wear OS bahkan masih ada sandbox-nya. Mungkin di Google I/O 2020 akan ada sesi sendiri. Yang pasti tim Dicoding sebagai Google Developers Authorized Training Partners akan kabarin deh.

 

Obrolan Android: Sebagai Developer, harus belajar Kotlin atau Flutter?

“Semua tentang opsi. Kalau mau cross platform gunakan Flutter, kalau native gunakan Kotlin. Apa alasan native jika sekarang ada Flutter? Tentu fitur-fitur terbaru akan duluan ada di native.”

Romain Guy, Lead for Android Toolkit

Roma dan tim dengan obrolan android

Tuh semua tergantung kamu mau bisa bikinnya apa. Dua-duanya ok kok sebagai jalur belajar. Bahkan ada juga yang belajar keduanya, jadi bisa pakai Flutter untuk platform non-Android kemudian khusus untuk Android pakai Kotlin agar bisa pakai fitur-fitur terbaru.

Pastinya di Dicoding kedua kelas ada.

Mau develop aplikasi native? Belajar kelas akademi Kotlin Android Developer Expert di https://www.dicoding.com/academies/55

Kalau mau cross-platform, belajar kelas akademi Menjadi Flutter Developer Expert di https://www.dicoding.com/academies/110

 

Obrolan Android: Flutter pakai Kotlin, bisa?

“Sudah ada saran nanti dinamakan Klutter / Clutter”

Dave Burke, VP Engineering Android at Google

Dave Burke dengan obrolan android

Nah ini candaan atau ga? Yang pasti tim Android ga ada yang mau komentar mengenai ini – apakah karena tidak akan dilakukan, atau malah sedang proses sehingga jadi rahasia besar?

Satu hal yang pasti, tim yang mengurus pengembangan Kotlin, ataupun Jetpack, banyak berhubungan dengan tim Flutter. Ini agar sebisa mungkin arsitektur bisa mirip dengan Flutter. Jadi pengguna Flutter bisa mudah pindah pakai Kotlin tanpa banyak belajar dan sebaliknya developer Kotlin bisa mudah pindah ke Flutter.

 

Jadi begitu beberapa pertanyaan yang telah dijawab oleh tim Android di Google sebagai akhir dari acara Google I/O 2019.

Kalau kalian yang dapat kesempatan, kira-kira mau tanya apa? Tulis di komen ya. Mungkin bisa Dicoding bantu tanyakan ke tim Android di Google I/O 2020.

Obrolan Android dengan tim Google, dari Hati ke Hati – 

-end-

 

 

Mau materi lainnya dari Google I/O 2019? Telusuri blog Dicoding ya! Salah satu yang menarik adalah Checklist Google untuk Membuat Aplikasi yang Jarang diketahui Developer. Click aja ya!

 

 

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this: