Cara Deploy Aplikasi Web Menggunakan Azure App Service pada Microsoft Azure

Halo Rekan-rekan Developer,

Pada tutorial kali ini kita akan membahas mengenai “Cara Deploy Aplikasi Web Menggunakan Azure App Service pada Microsoft Azure.

Tutorial ini pas untukmu yang sedang mengambil kelas Menjadi Azure Cloud Developer di Academy. Kalau belum, ambil sekarang. Mumpung ada beasiswa dari Microsoft Azure untuk belajar Gratis.

Mau deploy aplikasi? Layanan komputasi pada Microsoft Azure adalah pilihan tepat.

Apa kelebihan Azure App service dibandingkan layanan web hosting pada umumnya? Simak ya.

#1 Fleksibel

Yang pertama tentunya fleksibilitas yang diberikan oleh Microsoft Azure. Kita bisa fokus pada pengembangan aplikasi tanpa perlu memikirkan perangkat keras dan banyaknya beban yang diterima server ketika ada banyak user yang mengakses web kita.

#2 Hemat

Selain itu, faktor biaya pun relatif lebih murah. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya di awal untuk menyewa sebuah server hosting. Kita hanya perlu membayar sesuai dengan sumber daya yang digunakan untuk menjalankan aplikasi sesuai banyaknya user.

#3 Produktif 

Azure App Service membuat proses pengembangan jadi lebih produktif. Azure App Service mendukung berbagai bahasa mulai dari .NET, .NET Core, Java, Ruby, Node.js, PHP, Python, hingga Docker. Kita juga bisa dengan mudah untuk membuat API yang bisa dikonsumsi oleh aplikasi Mobile. Selain itu bisa App Service juga bisa diintegrasikan dengan berbagai git repository dan IDE seperti Visual Studio untuk mendukung proses development seperti live-site debugging hingga CI/CD.

Nah, untuk melakukan deploy Aplikasi Web di Microsoft Azure, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan.

Step 1: Siapkan project aplikasi web

Untuk langkah awal, siapkan satu aplikasi web yang akan kita deploy di Microsoft Azure. Aplikasi web ini bisa berupa halaman web statis maupun halaman web dinamis yang bisa berinteraksi dengan user.

Step 2: Buat sumber daya Azure App Service dan Azure Web App

  1. Masuk ke Azure Portal. Jika belum punya akun Azure, silakan buat terlebih dahulu.
  2. Pilih Create a resource pada bagian kiri atas halaman utama. Setiap layanan Azure yang kita buat pada dasarnya masuk ke kategori resource.
  3. Portal akan mengarahkan kita pada halaman Marketplace. Dari sini kita bisa mencari atau memilih dari katalog yang ada. Pilih Web -> Web App.
  4. Portal akan memunculkan halaman Create New Web App.

Pada saat halaman ini terbuka, masukkan informasi yang relevan seperti nama Aplikasi, langganan yang tersedia, OS, pilihan publish dan apakah akan menggunakan Application Insight atau tidak. Perhatikan contoh data input yang digunakan. Jika belum memiliki resource group, buatlah grup yang baru.

Nama App haruslah unik. Perhatikan tanda centang.

  1. Buatlah sebuah App Service Plan. Pilih tombol App Service plan/Location untuk menuju ke halaman App Service plan.
  2. Pilih Create new dan isikan informasi berupa nama service plan, lokasi dan harga. Untuk kali ini beri nama yang serupa dengan nama App, pilih lokasi Southeast Asia dan paket S1. Gambar di bawah ini merupakan contoh pembuatan Service Plan.
  3. Pilih Create dan tunggu proses pembuatan sumber daya.
  4. Jika pembuatan sudah selesai, pilih menu All resources dan cari nama Web App yang sudah dibuat.
  5. Untuk memeriksa Web App, klik url pada halaman utama Web App. Browser akan terbuka. Jika semuanya berjalan lancar, halaman default Web akan terbuka.

Step 3: Tentukan metode deployment

Untuk melakukan deployment aplikasi kita sendiri, terdapat banyak pilihan metode. Pada web app yang sudah dibuat tadi, pilih menu Deployment Center. Kita bisa melihat ada beragam metode deployment seperti Github, Bitbucket, atau menggunakan repository git lokal pada perangkat kita.

Step 4: Lakukan deployment (Github)

Kita akan melakukan contoh deployment menggunakan Github. Sebelumnya pastikan aplikasi web kalian sudah tersimpan pada repository Github.

  1. Pada menu Deployment Center. Klik Github lalu Authorize.
  2. Pilih akun Github yang sesuai dan berikan hak akses.
  3. Pilih Continue.

  4. Pilih App Service Kudu.

  5. Input nama organisasi, nama proyek, dan branch yang akan digunakan. Kemudian klik Continue.
  6. Klik Finish.

  7. Tunggu beberapa saat dan Azure Web App akan melakukan sinkronisasi dan deployment dari Github.
  8. Buka laman web sebelumnya. Selamat, aplikasi web kalian telah di-hosting menggunakan layanan Azure Web App.

Masih banyak pembahasan menarik mengenai Microsoft Azure yang belum kita bahas di sini. Penasaran?

Kunjungi saja laman Academy Menjadi Azure Cloud Developer dan daftar beasiswanya.

Jika ada pertanyaan, saran atau masukan tema untuk artikel berikutnya, yuk tulis di kolom komentar ya.

Selamat belajar dan semoga bermanfaat. Nantikan tutorial penggunaan Microsoft Azure selanjutnya.

penulis: Widyarso Joko Purnomo
editor: Mutiara Arumsari

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding