Menang Dicoding Challenge, Pelajar SMK ini Direkrut Telkom

“Kapan ada Challenge lagi Kak?” Bunyi pesan singkat Fahrezi Adha kepada kami. Gemar ikut Challenge, tahun lalu Dicoding member ini menang di sebuah Challenge bergengsi dari PT Telkom. Ia pun langsung direkrut bekerja di perusahaan telekomunikasi tersebut saat usianya masih 17 tahun.

Dalam Challenge itu Fahrezi  atau akrab disapa Ezi membuat aplikasi cloud TV streaming channel Indonesia berbasis Android TV Box. Tak disangka-sangka, Ezi masuk tiga besar. Kini sudah setahun jebolan SMK Adi Sanggoro, Bogor ini dipercaya sebagai Lead Programmer di sebuah proyek Telkom di Jakarta.

Gabung Dicoding karena Termotivasi Kakak Kelas

Di SMK dulu Ezi mengambil spesialisasi rekayasa perangkat lunak, titik awalnya mengenal apa itu programming. Ditanya tentang inspirasi, anak pertama dari 5 bersaudara ini menjawab “Kakak kelas saya, Meyta (Meyta Zenis Taliti).” Perempuan programmer ini lebih dulu aktif sebagai salah seorang reviewer di kelas Belajar Membangun Aplikasi Android Native, Dicoding Academy.

Di kelas yang sama pemuda asal Bogor ini pun mulai menekuni Android. Kelas tersebut ditujukan untuk developer aplikasi tingkat menengah seperti dirinya. Di sana Ezi melahap materi seputar Android Layout, Listview, Custom Listview, dan Custom Adapter Listview. Akademi lain yang ia ikuti adalah Samsung Galaxy SDK. Kedua kelas ia selesaikan hingga lulus.  

Gemar Ikut Challenge  

Dari Academy berlanjut ke Challenge. Dari total 4 (empat) Challenge yang ia ikuti setahun silam, 3 (tiga) di antaranya telah ia menangkan, yaitu:  1) Indonesia Next Apps 4.0 – Samsung SDK Challenge; 2) Samsung Galaxy SDK Tematik Challenge : Hari Inovasi Indonesia 2017; dan 3) Aplikasi Cloud TV Streaming Channel Indonesia berbasis Android TV Box/Set Top Box. Dari ketiganya, Ezi berhasil mengumpulkan 25,000 Dicoding Points dan 25,000 XP. Wow!

Pada Challenge yang terakhir sebenarnya ia sempat down karena kompetisi tersebut ditunda 2 kali. Ia mengaku Challenge berbasis Android TV ini sangat menantang karena cara mengembangkan aplikasinya harus kompatibel dengan set top box yang disyaratkan. Set top box adalah device (peranti) kecil yang digunakan untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV analog biasa.

Menang Challenge, Direkrut Telkom  

Ezi mengaku bahagia karena aplikasinya menembus 3 besar. “Namanya developer.. momen paling bahagia itu waktu lihat hasil akhirnya. Waktu programnya jadi,” ucapnya semangat. Aplikasi android buatannya membuat pengguna bisa streaming channel TV Indonesia dengan tampilan UI dan UX yang menarik.

Gayung pun bersambut. Rupanya tujuan PT Telkom Indonesia menggagas Challenge itu bukan hanya demi mendapatkan aplikasi yang sesuai, melainkan juga untuk mencari talenta berbakat.

Ezi terpilih sebagai satu dari dua orang  pemenang Challenge yang dikontrak perusahaan penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi tersebut untuk melanjutkan proyek Cloud TV mereka.

Dimulailah karir pemuda penghobi game ini di bidang Product Development. Di sana ia merasa sangat senang dan bangga karena dipercaya sebagai Lead Programmer di proyek tersebut bersama kedua orang rekannya.

Awalnya, ia cukup kesulitan karena harus bolak balik Jakarta – Bogor selama beberapa bulan. Kantornya di Jakarta, sementara statusnya masih sebagai pelajar di kota Bogor. “Project di kantor nggak susah. Yang susah itu harus bagi waktu antara belajar untuk Ujian Nasional, Ujian Praktik, dan target pekerjaan,” kenangnya. Setiap hari ia  mengerjakan proyek dan akhir pekan ia pergi ke Jakarta untuk mempresentasikan progress di hadapan client. Di saat yang sama ia pun harus mempersiapkan diri untuk ujian akhir. 

Namun, itu dulu. Kini Ezi sudah lulus dari SMK dan bekerja full time di Telkom Jakarta.    

Tentang Personal Plan

Selain berkutat di proyek kantor, Ezi juga punya personal project loh. Di startup yang ia bangun bersama teman-temannya, ia tengah memvalidasi sebuah produk aplikasi buatan mereka di bidang pendidikan. “Rahasia!” tuturnya bersemangat.

Di samping itu ia juga sedang menyelesaikan kelas Kotlin Android Developer Expert di Dicoding Academy. Menurutnya sejauh ini materi di website dan buku banyak membantunya dalam dunia kerja. “Konsep-konsepnya bisa dengan gampang diaplikasikan. Plus basic saya Java kan. Jadi bisa mengerjakannya,” jawabnya menutup diskusi kami.

Keep the spirit high, Ezi!

Untuk Dicoding members lainnya, kuy semangat ikuti Challenge kami! Mungkin juga itu jalan menuju karir yang sesuai bakat dan minatmu. 

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding

Leave a comment