Dicoding's Blog

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

Di kehidupan modern, banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan teknologi. Belajar bisa dilakukan dengan media apa saja dan dimana saja, misalnya melalui simulasi dan permainan. Begitu juga terapi yang dilakukan dengan bantuan teknologi, salah satunya terapi untuk penurunan ingatan / dementia. Belum punya ide untuk membuat aplikasi atau permainan yang dapat menjadi media alternatif pembelajaran maupun terapi? Simak artikel berikut.

Salah satu contoh media belajar yang menyenangkan adalah melalui bermain game. Game edukasi merupakan salah satu genre game yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada pengguna dengan cara yang menyenangkan. Di Indonesia sendiri sudah cukup banyak game developer yang fokus pada konten edukasi. Selain pasarnya yang cukup besar, tentunya mereka juga mempunyai tujuan yang mulia yaitu ingin mengedukasi anak bangsa dengan konten yang menghibur. Dengan murahnya gawai yang ringan dan dapat dibawa, belajar apapun sekarang lebih mudah, cukup dengan mengunduh berbagai game edukasi di Store.

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

Misalnya untuk mengenal lagu anak, salah satu game pemenang mingguan DBS Live More Society: Developer Challenge kategori Live Smart yang bernama La La La – Lantunan Lagu Anak mencoba memperkenalkan lagu anak dengan cara yang menyenangkan sekaligus melestarikan budaya bangsa lewat lagu anak. Mengingat anak-anak jaman sekarang lebih sering mendengarkan lagu yang bukan untuk usianya, aplikasi ini akan menjadi opsi media bagi anak untuk belajar mengenal lagu. Tidak sulit untuk generasi Z ini karena mereka memang digital native alias lahir dengan berbagai gawai di sekitarnya. Anak – anak kecil jaman sekarang ini sudah sangat familiar dengan gadget sejak usia dini.

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

credit: Educa Studio

Salah satu game developer Indonesia “Educa Studio” telah fokus mengembangkan game dengan konten edukasi anak. Educa Studio mempunyai ratusan game pembelajaran dan simulasi. Salah satu serial game dari Educa Studio adalah Marbel (Mari Belajar sambil Bermain) yang terdiri dari berbagai game seperti Marbel Belajar Angka, Marbel Belajar Menulis, dan seri marbel lainnya. Potensi konten edukasi di Indonesia sangatlah besar, terbukti dengan jutaan unduhan yang diraih Educa Studio lewat game-game simulasinya.

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

Bagaimana dengan terapi? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demensia atau yang lebih sering disebut dengan istilah pikun bukanlah bagian alami dari proses penuaan, melainkan sindrom penurunan fungsi kognitif otak secara progresif akibat kerusakan pada sel-sel otak. Gejala pikun memang umumnya menyerang lansia yang berusia 65 tahun keatas, tetapi ternyata gejala demensia di beberapa waktu terakhir juga bisa menyerang usia muda dan usia produktif.

Selain menerapkan pola hidup sehat dan melakukan kegiatan olahraga secara teratur, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan daya ingat adalah dengan terus melatih kemampuan otak. Mengasah otak dapat dilakukan dengan berbagai cara dan aktifitas, antara lain membaca, menulis, serta melalui berbagai permainan asah otak yang dapat melatih kemampuan daya ingat atau memori seseorang dengan rileks dan menyenangkan. Salah satu permainan yang sering disarankan adalah rubiks.

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

Permainan asah otak angka dan matematika yang dapat diunduh pada ponsel Anda adalah Number Rumble, buatan Game5Mobile, studio game asal Surabaya, memberikan permainan duel angka yang bisa dilakukan secara multiplayer dan realtime untuk melatih otak Anda melalui cara yang seru dan menyenangkan. Number Rumble menyajikan beragam game play tebak angka yang menarik, seperti menebak operasi penjumlahan dan pengurangan sederhana mana yang paling besar, atau memilih kotak dengan isi paling banyak. Pun demikian, semua tantangan dapat dilakukan secara realtime dengan lawan yang memainkan permainan seru yang sama. Kemudian para pemain juga dapat saling mengadu perolehan melalui media sosial. Dengan fitur tersebut, diharapkan para pemain akan semakin tertantang untuk terus mengasah kemampuannya dan meraih skor tertinggi.

 

To live well is to work well, to show a good activityThomas Aquinas

 

Nah, masih banyak lagi yang dapat dilakukan lewat aplikasi dan permainan digital. Masih ada beberapa waktu untuk membuat solusimu di DBS Live More Society: Developer Challenge oleh Bank DBS Indonesia. Klik http://go.dbs.com/devchallenge untuk informasi lebih lanjut dan dapatkan ratusan ribu Dicoding Points untuk para pemenang

Share this:

Chief Innovation Officer - Dicoding Indonesia, dapat dikontak melalui alamat email : yoza[at]dicoding[dot]com

Leave a comment