Lulusan Dicoding Academy

Lulusan Dicoding Academy: Jebolan SMK yang Sepuluh Stafnya S1 Semua

Lulusan Dicoding Academy: Jebolan SMK yang Sepuluh Stafnya S1 Semua

Di kantornya, PT Telkomsigma, Achmad Fauzi (23 thn) bertanggung jawab sebagai Senior Engineer. Pria lulusan SMK ini bertugas mengelola data pelanggan dari seluruh Indonesia.  Tugasnya berat. Karena itu ia dibantu 10 (sepuluh) orang staf dalam timnya. Uniknya, meski Achmad “hanya” jebolan SMK, ia dipercaya memimpin staf yang semuanya bergelar sarjana S1. 

Kok bisa? Bagaimana ceritanya programmer ini dipercaya menempati posisinya yang sekarang? Mari kita simak. 

Calon Pilot yang Banting Setir Belajar Programming 

Tak terbayang dalam benak Achmad muda bahwa ia akan berkarir sebagai seorang programmer. Pasalnya ia sempat digadang-gadang sang ibu untuk sekolah pilot selepas SMP. Namun ia hanya sebentar bertahan di sebuah sekolah pendidikan calon penerbang di Bogor. “Pendidikan ala militer di sana gak sesuai kata hati saya,” kenangnya. 

Dengan mantap, hatinya menuntunnya sekolah di bidang komputer. “Dari dulu saya memang suka game dan ngikutin  perkembangan teknologi,” ucapnya. Achmad pun segera banting setir sekolah di SMK, tepatnya jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Beruntung sekolahnya waktu itu, SMKN 10 Jakarta, merupakan sekolah kedua di Jakarta yang kurikulumnya berbasis IT. Alhasil, fasilitas dan materi ajar yang diberikan, sesuai dengan passion-nya. Di usia 17 tahun, ia sudah mahir C ++ dan PHP. 

Lalu sebagai prasyarat kelulusan SMK, Achmad harus menghasilkan produk. Sejak 2013 itulah ia mulai menggarap Android. Achmad mengaku “ketagihan dan makin suka programming.”

Pilih Langsung Kerja untuk Mengembangkan Skill 

Selepas dari SMK Achmad mantap tak lanjut kuliah. Apa pasal? Pemuda Jakarta ini ingin mengembangkan skill-nya langsung di dunia kerja. Dengan restu kedua orang tuanya, Achmad mulai bekerja di sebuah software house. Di sana ia membuat aplikasi pertamanya berupa sebuah “employee portal” untuk bagian personalia kantornya. Tapi kemudian ia menyadari satu hal. 

“Tahun 2014 itu aku bingung mau gimana caranya ngembangin skill ngoding aku. Bahasa inggrisku kurang, sementara kursus-kursus online yang ada, semuanya pakai bahasa Inggris,” kenangnya. 

Di software house itu pun ia mengaku sempat depresi . “Waktu itu cuma lulusan S1 yang dipandang, padahal skill jauhan saya. Lulusan SMK gak diakui keahliannya.” 

Kecewa, ia pun berani kerja apa saja. Ia nekad banting setir jadi Sales Promotion Boy di gerai retail busana, Uniqlo.     

Lulusan Dicoding Academy

Saat masih bekerja di gerai retail fashion

Dari awalnya staf penjualan, karirnya merangkak naik hingga mengurusi display pakaian beberapa gerai Uniqlo di Indonesia saat itu. Tapi apakah ia lupa dengan mimpi awalnya untuk jadi seorang programmer?   

Menemukan Dicoding, Balik jadi Programmer  

Ternyata Achmad tidak lupa.

“Programming itu sangat menjanjikan. Karena itu saya berani keluar dari zona nyaman di kantor lama untuk jadi programmer. Saya nekad karena saat itu saya sudah tahu di mana saya bisa belajar ngembangin diri: Dicoding.”  

Ia pun mundur dari karirnya di bisnis retail tahun 2016. Ia sudah siap untuk memulai kembali karir programmer-nya. Dari titik nol. Serius dengan tekadnya, ia langsung daftar member Dicoding dan belajar di kelas-kelas pemula.  

“Tapi waktu itu harga kelas Dicoding sampai jutaan kan, saya nggak sanggup dengan UMR SMK.” Terpicu untuk belajar membeli kelas-kelas premium, selama 2016-2018 ia menerima puluhan proyek yang ia kerjakan sendirian. Client-nya ya teman-teman dan jejaring terdekat yang minta dibuatkan aplikasi dan website. Berikut beberapa produk buatannya. 

Luluan Dicoding Academy

Lulusan Dicoding Academy

Lulusan Dicoding Academy

Hasilnya ia pakai untuk membeli kelas seperti Belajar Membangun Aplikasi Android Native Bagian I, Belajar Membangun Aplikasi Android HTML5, Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula, Membuat Game untuk Pemula, dan Memulai Pemrograman dengan Kotlin.

Jebolan SMK, Memimpin Tim S1 Semua 

Berbekal sertifikat kelulusan di kelas Dicoding, ia pun mencoba melamar kerja di PT Telkomsigma, anak perusahaan PT Telkom. Ia bersyukur diterima dan kini bertanggung jawab penuh mengelola data pelanggan seluruh Indonesia. Salah satunya menggunakan Python. Di dalam tim proyeknya, ia membawahi 8 orang developer dan 2 orang di bagian server. 

“Semua staf saya lulusan S1. Saya sendiri lulusan SMK. Pendidikan formal, saya kalah. Tapi skill, boleh diadu. Ini semua berkat Dicoding,” ujarnya. 

Lulusan Dicoding Academy

Bersama teman-teman di dalam timnya

Langganan Paket 30 hari Belajar di Dicoding Academy

 Achmad yang sedang mengambil kuliah S1 di Teknik Informatika Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta Timur ini belakangan membeli paket langganan Academy. Beda dengan tahun 2017 silam, kini ia lebih leluasa dalam hal keuangan. Tak perlu lagi mencari proyek sampingan sana-sini untuk membayar kelas. Apalagi kini dengan paket langganan, belajar pemrograman di Dicoding jadi jauh lebih hemat. 

Saat ditanya kenapa memutuskan untuk berlangganan, Achmad menjawab: 

“Karena Dicoding itu materinya selalu update. Gak pernah cuma jualan kelas, lalu ditinggal. Pasti Dicoding upgrade terus kontennya.  Sekarang saya langganan paket 1 bulan.” 

Dalam satu bulan ke depan, penerima beasiswa Google FDP 2019 ini bertekad menyelesaikan kelas Menjadi Android Developer Expert, Flutter, Kotlin Expert, dan PWA. Wow, ambisius yang perlu ditiru ya! 

Tak heran, pasalnya dalam dua tahun ke depan Achmad mengaku ia ingin fokus mendalami hybrid seperti Flutter dan juga Kotlin.   

Menutup pembicaraan kami, ia berpesan

“Sebagai developer, kita jangan pernah malu nanya sama orang yang baru belajar. Karena ilmu itu bisa berasal dari mana aja. Jangan pelit bagi ilmu dan bantu. Di situ kita jadi belajar case error dari orang lain.” 

Kilas balik ke pengalamannya silam, ia ingin membantu teman-teman programmer yang ingin belajar tapi tak punya biaya. Ia tengah menggarap web dan aplikasi di mana programmer bisa belajar dengan gratis.

Kita doakan semoga mimpinya segera terwujud ya teman-teman!

Lulusan Dicoding Academy: Jebolan SMK yang Sepuluh Stafnya S1 Semua – end. 

Penasaran dengan kisah lulusan Dicoding lainnya? Simak cerita berikut:

  1. Anjungan Kesehatan Mandiri: Aplikasi Android di Bidang Kesehatan karya Developer Semarang
    https://blog.dicoding.com/aplikasi-android-di-bidang-kesehatan-karya-developer-semarang/
  2. Jago Bikin Aplikasi Android, Bawa Banyak Keberuntungan
    https://blog.dicoding.com/jago-bikin-aplikasi-android/Lulusan Dicoding Academy

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding