Kendalikan Penggunaan Listrik di Rumah

Sebagai manusia modern kita dituntut untuk kerja secara cepat dan efisien. Namun tidak jarang pola semacam ini memberikan efek buruk, salah satunya adalah lupa. Lupa merupakan fitur dasar manusia yang tidak dapat dihilangkan tetapi tentu saja dapat diminimalkan. Salah satu cara untuk meminimalkan terjadinya lupa adalah dengan mencatat dan bertindak secara teliti atau cermat dan tidak tergesa-gesa.

Salah satu problem sederhana dan sering terjadi terkait lupa adalah lupa mematikan atau menyalakan perangkat elektronik / memutus sambungan listrik yang ada di tempat tinggal kita. Lupa mematikan dan menyalakan perangkat ini, bisa berefek kecil, yakni pemborosan konsumsi listrik atau bahkan bisa terjadi bencana kebakaran, yang misalnya disebabkan oleh korsleting.

Pengendali Stop Kontak, NitBotIoT

Melihat masalah ini Niam Tamami dari Laboratorium Kontrol Cerdas dan Robotika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya/PENS, (nitbotIoT) mencoba menyelesaikan persoalan Lupa ini dengan membuat  pengendali stop kontak listrik. Untuk mengatur stop kontak listrik, purwarupa pengendali stop kontak ini menggunakan Development Board Intel Galileo Gen 2, sensor suhu kelembaban DHT11 dan Board Relay.

Desain sistem yang dibangun adalah memanfaatkan Development Board Intel Galileo sebagai “Otak” untuk mengendalikan status Relay sehingga dapat memutus dan menyambung aliran listrik pada stop kontak. Intel Galileo dihubungkan dengan internet melalui port RJ-45 untuk mengirimkan perintah dan data ke server Geeknesia. Kemudian dari Geeknesia data-data tersebut di ambil dan dibuat aplikasi berbasis website yang dapat diakses pada laman http://iot.nitbot.com/ . Selain dapat mengendalikan arus pada stop kontak, modul ini juga dilengkapi dengan sensor DHT11 yang dapat memberikan data suhu dan kelembapan.

 

Pengembangan Selanjutnya

Purwarupa ini menggunakan Relay sebagai pengendali arus listrik. Prinsip kerja Relay yang dipakai adalah Relay berbasis magnet, jika relay mendapatkan arus (kecil), maka kumparan akan membentuk medan magnet dan akhirnya bisa mengarahkan posisi Saklar on atau off. Kelemahan dari penggunaan relay magnetis adalah rawan jika terdampak medan magnet lain. Untuk itu perlu dipertimbangkan pemakaian Relay berbasis Solid State atau menggunakan rangkaian OptoCoplers.

Modul ini juga berpeluang untuk dikembangkan secara lebih luas tidak hanya pada stop kontak namun juga pada saklar. Saklar ini unik karena kita sebagai pengembang tidak boleh menghilangkan kebiasaan manusia untuk memencet saklar, jadi saklar IoT yang ideal adalah saklar yang dapat dipencet dan sekaligus dapat dikontrol melalui web atau aplikasi.

Sekaligus juga kedepan saya membayangkan prototipe ini bisa digunakan untuk memperhitungkan berapa pemakaian listrik dan jika data tersebut dikumpulkan, kita dapat memperkirakan berapa pulsa listrik yang harus dibeli, atau bahkan sekaligus melakukan order pembelian pulsa listrik, menarik bukan…?

 

NitBotIoT adalah salah satu pemenang IOT Innovation Challenge yang diadakan oleh Dicoding, Geeknesia, dan Intel Indonesia. 

IoT Reviewer : Aulia Faqih Rifai, adalah Pengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan merupakan Intel Black Belt Developer.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intel Black Belt Software Developer & Intel Realsense Innovator, Lecturer at UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.