Game: Lahan Bisnis yang Serius, Perlu Skill yang Serius

Indonesia mesti bergegas. Pasar game nasional sangat sengit sekaligius potensial. Ingin jadi penonton atau pelaku? Jika kamu game developer lokal, pastikan kamu punya tools alias skill untuk bersaing.

Indonesia disebut-sebut akan menjadi lahan pertempuran para perusahaan teknologi dunia.  

Di sektor manakah persaingan sengit itu? Game dan e-commerce, dua yang menawarkan profit terbesar (Goldman Sachs Group Inc. 2018).   

Pasar Game Indonesia yang Menggiurkan

Pertumbuhan industri game di Indonesia sangat besar. “Tahun lalu nilainya tercatat Rp 11 triliun dengan potensi pertumbuhan 25-30 persen per tahun,” ujar Dirut Permodalan Asosiasi Games Indonesia (AGI), Cipto Adiguno.

Secara global, tren pendapatan industri game terus menguat. Menurut Digi Capital, tahun ini saja diperkirakan jumlahnya USD170 miliar. Dalam 5 tahun, prediksinya akan meningkat hampir 40 persen. Catat motor pertumbuhannya: mobile gaming software, PC gaming hardware dan PC games.

Tahun lalu Indonesia duduk di urutan ke-16 negara berpendapatan terbesar dari industri game. Data ini didapat dari penelitian konsumer, data transaksi, laporan keuangan perusahaan, dan sensus data (Newzoo, 2017).    

Dengan proyeksi seperti ini, pelaku industri game nasional mesti bergegas. Tentu kita ingin jadi raja di rumah sendiri.

Apa yang Unik dari Indonesia?

Karakteristik unik Indonesia ada pada tingginya pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan potensi market yang belum tergali. Faktor-faktor inilah yang dilirik oleh pelaku industri game internasional.

Indonesia juga merupakan negara berkembang dengan next billion users (NBU), alias penduduk muda digital native yang gemar peranti mobile dan konten digital yang localized alias terlokalisasi.

Tak heran game mengangkat tema konten lokal yang tengah jadi trending topic, laris manis di pasaran. Sebut saja game tentang penjual tahu bulat, juragan terminal bus, dan terakhir, mobil en route to nabrak tiang listrik. Yang terakhir, pasti tau dong terinspirasi dari mana? Yup, permainan yang terinspirasi dari hal-hal dan berita menarik seputar kita sehari-hari, kerap mendulang sukses di pasaran. 

Apa Kelebihan Game Engineer Lokal?

Kelebihan game developer Indonesia adalah paham konteks lokal, dan kreatif menerjemahkannya ke dalam bentuk game populer. You got it already! 

Kelebihan lainnya? Tentu harus ditunjang dengan skill, salah satunya. Industri yang dalam 3 tahun ke depan bisa bernilai Rp 24 triliun ini, akan dimenangkan mereka yang ber-skill prima.

Game memang fun, tapi game juga merupakan lahan bisnis serius. Perlu skill yang serius.

Why Skill ?

Seperti dikutip dari ketua AGI, Narenda Wicaksono “Bisnis game adalah bisnis yang sangat bergantung pada sumber daya manusia. Namum, faktor SDM atau talenta masih menjadi problem nomor satu di industri game Indonesia.” Untuk itu, Indonesia perlu akselerator untuk menghasilkan talenta berkualitas yang dapat mengembangkan produknya sendiri kelak, imbuhnya.

Ada 200 studio game development di tanah air. Banyak di antaranya yang sudah take off secara revenue, tapi banyak pula yang masih belum. Para game developer di studio-studio ini adalah penyumbang bagi industri kreatif tanah air. Juga tumpuan SDM yang memajukan game nasional.

Industri game di Indonesia akan semakin penuh sesak dengan game-game dari penjuru dunia. Masa-masa ini sangatlah menantang. Bersiaplah, para game developers. Pastikan kamu punya tools alias skill yang  hebat untuk bersaing.

====

Referensi:

https://www.bloomberg.com/news/articles/2018-04-13/goldman-says-internet-firms-next-big-fight-will-be-in-indonesia
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/21/061500826/potensi-industri-game-indonesia-rp-11-triliun-tapi-belum-tergarap.
http://www.digi-capital.com/news/2018/01/games-software-hardware-165b-in-2018-230b-in-5-years-record-2b-investment-last-year/#.WwHynkgvw2z
https://newzoo.com/insights/rankings/top-100-countries-by-game-revenues/

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding

Leave a comment