Dapat Pekerjaan via Dicoding Jobs, BISA

Sudah tahu ada laman pencarian kerja khusus developer? Check out https://www.dicoding.com/jobs. Sejak soft launching Agustus 2018 lalu, fitur ini telah membuka 19 posisi dari 15 perusahaan. Tak hanya pekerjaan berbasis di Jakarta. Melainkan di kota-kota seperti Bandung, Surabaya, Sidoarjo, dan Batam. Tertarik? Baca ulasannya berikut ini.

Developer’s Journey: dari Kami buat Kamu  

Developer’s journey. Itulah pengalaman yang ingin Dicoding berikan untukmu, member setia. Kini ada 130,000 member di 445 kota di seluruh Indonesia. Begini tahapannya.

#1 Ikut Academy

Merasa dirimu masih pemula? Atau penasaran ingin melengkapi pengetahuanmu di materi pilihan? Bisa nih belajar di Dicoding Academy at https://www.dicoding.com/academies/

Ada kelas Picodiploma

  1. Menjadi Android Developer Expert
  2. Kotlin Android Developer Expert
  3. Menjadi Game Developer Expert

Ada juga kelas Reguler  

  1. Belajar Membangun LINE Chatbot
  2. Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula
  3. Belajar Membuat Game untuk Pemula
  4. Belajar Membuat Game dengan Construct 2
  5. Belajar Membuat Aplikasi Kognitif
  6. Belajar Membangun Prototype Chatbot Dengan LINE Bot Designer
  7. Pengantar Teknologi Blockchain

Sepuluh kelas online tersebut fokus materinya: Android, Game, Blockchain, Chatbot, and Cognitive / Cloud. Semua kelas dibuat dengan kolaborasi bersama maing-masing pemilik platform (LINE, Emurgo, Agate, AWS, IBM, Asosiasi Game Indonesia).  Sebanyak 69,000 developer di 420 kota di Indonesia telah belajar di kelas Academy. 

#2 Ikut Challenge

Ingin menguji skill-mu lebih lanjut? Ada Challenge. Tercatat sudah 154 Challenge  menghasilkan 5,000 aplikasi/game/solusi. Ini telah dinikmati via 225 juta unduhan dalam hampir empat tahun terakhir. 

Kalau kamu belum pernah ikutan Challenge, mungkin sekarang saatnya! https://www.dicoding.com/challenges

#3 Ikut Event

Lewat event kamu tidak hanya bisa belajar. Melainkan juga mendapat kesempatan berjejaring. Apa untungnya? Dengan koneksi, kamu bisa meraup user, menggaet mitra, dan mendapat dukungan dan penguatan dari ekosistem digital. Ini penting.

Mau mulai? Yuk cari event di kota terdekat https://www.dicoding.com/events

#4 Dapat Points, Tukar Reward

Happy kan, kalau usahamu belajar lalu berkarya dapat apresiasi berupa hadiah? Kami dengan senang hati memberikan Points untukmu. Ini bisa kamu tukar dengan hadiah T shirt, gagdet, hingga konsultasi teknis bersama expert pilihan.

Cek beragam hadiah kami di  https://www.dicoding.com/rewards

#5 BARU, Lamar Kerja via Dicoding Jobs

Kami sadar. Mungkin mayoritas developer tanah air terpukau dengan Indonesian startup movement. Bercita-cita membuat startup berbasis aplikasi/web yang bermanfaat buat orang banyak. Itukah kamu?

Tapi ada juga developer yang lebih terpanggil untuk bekerja di perusahaan demi pengembangan diri. Umumnya di medium to large scale company. Itukah kamu? 

Jika ya, maka laman Dicoding Jobs tepat untukmu https://www.dicoding.com/jobs

Menu “Dicoding Jobs” ada di navigation bar pada laman home website Dicoding.

Laman Dicoding Jobs

Cara Menggunakan Dicoding Jobs

Fitur yang soft launching-nya bulan Juli 2018 lalu ini, mudah kok cara penggunaannya.  

Cara Menggunakan Dicoding Jobs untuk Pelamar

Pertama, kalau kamu lulusan Dicoding Academy, kamu akan menerima email notifikasi job opening yang syaratnya sesuai portfoliomu. Jika berminat, kamu bisa menelusuri tautan yang diberikan. Kamu akan beralih ke laman mengisi form lamaran.

Atau tanpa menunggu notifikasi email pun, kamu bisa cek job listing, kapan pun, di https://www.dicoding.com/jobs. Silakan telusuri lowongan mana  yang deskripsi dan persyaratannya, sesuai passion dan kualifikasimu.

Eits, di kolom sebelah kanan, ada tulisan “terbuka hingga (tanggal)” atau “telah selesai.” Pastikan kamu fokus pada yang pertama ya, yaitu lowongan yang masih aktif statusnya, belum ditutup. Tentu saja kamu tak bisa daftar lowongan yang periode pendaftarannya, sudah selesai.

Kedua, isilah form lamaran yang tersedia sesuai petunjuk yang diberikan ya.



Kalau sudah, jangan lupa klik tombol Masukkan Lamaran.

Ketiga, setelah beberapa lama, kandidat yang terpilih akan dihubungi langsung oleh recruiter melalui chat wawancara di platform Dicoding dan ada notifikasinya pula via email.

Ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan video call, ada pula yang face-to-face offline interview.

Keempat, wow, ternyata kamu dipanggil?! *Menari riang*

Sebelum wawancara, simak tips kami berikut ini.

Tips Wawancara ala Dicoding  

#1 Attitude comes first

Ini adalah petuah bijak nomor wahid. Tak guna perusahaan punya pegawai pandai kalau karakter dan pembawaannya, minus. Yang ada, staf seperti ini akan nambah -bukan selesaikan- masalah perusahaan. Makanya, penting untukmu berikan impresi yang baik melalui:

  • Cara berpakaian yang formal
    Mau offline atau online interview, pakai baju berkerah lebih enak dilihat kan,  daripada T-shirt. Berlengan panjang, lebih baik. Harus rapi gaes. Tapi tak perlu pakai jas juga ya 😀
  • Gaya bahasa yang resmi tapi tetap luwes
    “Saya,” bukan “aku.” “Mau/ingin,” bukan “pengen,” etc. Hayo lebih enak mana kalau kita jadi recruiter saat dengar: Saya ingin bekerja di sini karena.. atau Aku pengen deh kerja di sini karena..yang pertama kan?
  • Dengan rendah hati dan faktual, utarakan apa yang jadi kekuatan dirimu
    Gimana caranya? Sampaikan contoh kasus di mana kamu berhasil menyelesaikan sebuah permasalahan dan kamu bisa memetik pelajaran dari situ. Contohnya: “Dulu saat saya mengerjakan proyek xxx, saya bertugas sebagai xxx. Di sana budget kami sangat terbatas, namun saya berinisiatif ajak teman-teman menggunakan sumber daya xxx untuk mengoptimalkan output. Ternyata, meski sulit, berhasil tuntas tepat waktu dan tanpa defisit anggaran. Dari sini, saya merasa saya kreatif, persuasif, dan bisa bekerja dalam tekanan. Plus saya juga belajar kalau saya minim pengetahuan tentang crowdfunding. Berikutnya, itu ilmu yang ingin saya pelajari dan tingkatkan. “Gimana, juara nggak tuh? Rumusnya: masalah riil + cara kamu menghadapi + tantangan dan peluang = hasil + hikmah pembelajarannya Humble but factual.  Bukan bohong apa lagi sombong. Yang begini, recruiter paliiing suka. Dijamin beliau makin penasaran untuk nanya-nanya lebih dalam.
  • Basic common sense: THANK YOU words
    Kami ngerti. Beberapa interview bisa smooth. Bisa juga sucked banget. Kamu kadang berpikir selintas, “this is not job the or the manager I want to work for.” Tapi karena kita mah orang yang baik, sepatutnya kita punya basic common sense untuk bilang “Terima kasih, Pak/Bu/Kak untuk kesempatan interview ini.” Mereka sudah memilih kamu sejak awal untuk diwawancara. Bukan orang lain. They invested trust on youEither you like the interview or not, you should be thankful for that! Jadi gaes, mau seburuk/sebaik apapun impresi yang kamu dapat dari interview kamu, jangan lupa berterima kasih yah. Setidaknya di akhir interview.
  • Kalau suka, nyatain!
    Bukan maksud hati menyindir keras hehe. Ini maksudnya.. kalau feeling-mu baik tentang perusahaan itu, alias pengen banget kerja di sana, maka tekankan bahwa kamu  berharap banyak untuk diterima. Sebagai punching line di akhir interview, nyatain dengan tulus, seperti “Saya berharap banyak bisa diterima. Saya suka perusahaan/posisi ini karena….

    Percaya deh, y
    ou will have made the impression already!  

#2 Make yourself sound relevant

Pastikan jawaban-jawaban pertanyaan interview darimu menekankan pada pengalaman yang RELEVAN dibutuhkan oleh perusahaan. Be wise saat kamu bahas kualifikasi diri yang sedikit/tak ada kaitannya dengan deskripsi pekerjaan. Lebih baik, jangan! Perlakukan 30 menit interview sebagai waktu-waktu berharga dalam hidupmu. Setiap kata yang keluar, harus relevan.

Apa indikatornya?

Bapak/ibu/kakak pewawancaranya sering ngangguk-ngangguk. Beliau senyum atau ngejar penjelasanmu akan suatu hal partikular tentang CV-mu.

Jika ya, selamat! You’ve made yourself sound relevant to them!

Gimana caranya biar relevan? Ini nih, sering banget kita lupa. Recruiter akan mengenali siapa yang sudah mengerjakan PR ini dari rumah.

Hah, PR alias Pekerjaan Rumah? ? Yup!

Maksudnya…sebelum interview, sudahkah baca baik-baik dekripsi pekerjaan? Sudahkah browsing tentang perusahaan yang kamu lamar? Apa yang mereka lakukan dan visi-misinya? Jangan bilang nggak ada waktu. Make time for it. Mulai kebiasaan ini dari sekarang.

Dalam PR mu ini temukan benang merah alias kesamaan antara perusahaan dengan portfoliomu. Olah itu jadi talking points-mu saat wawancara. Persiapkan kalimat-kalimat yang membuatmu terdengar relevan untuk posisi dan perusahaan yang kamu lamar.

#3 Balancing between “I did” and “I will”

Seimbangkan porsimu saat berbicara “saya sudah xxxx” dan “saya akan xxxx.” Tentu perusahaan ingin  kandidat yang berpengalaman kan? Yang banyak bilang “saya sudah begini dan begitu.”

Atau jika pengalaman minim pun, jangan khawatir. Pewawancara ingin dengar suaramu tentang skill dan visi yang baik saat bekerja nanti. Persiapkan uraian deskriptif untuk merespon pertanyaan “Kenapa harus kamu yang kami pilih?”

Tapi gimana kalau pewawancara tidak bertanya demikian? Wawancara itu cair dan eksploratif, gaes. Recruiter ingin kenal denganmu. Pastikan kamu menguraikannya saat menjawab pertanyaan lain yang terkait.

#4 Buat pemula: fokus pada SKILL dan SERTIFIKASI (jika ada)

Jangan kecil hati kalau kamu merasa dirimu masih pemula. Pastikan kamu mengungkapkan SKILL dan SERTIFIKASI (jika ada) yang telah teruji. Mencakup selama Academy, Challenge, ataupun kegiatan pengembangan diri lainnya di tempat kamu sekolah/ekstrakurikuler. Kegiatan di komunitas, misalnya. Ini adalah poin yang krusial. Perusahaan yang baik, pasti bisa menilai bibit yang baik.

Ibaratnya pohon, kamu pengen dong dilihat sebagai pohon bibit unggul?? Nah, tugasmu meyakinkan mereka bahwa YOU ARE! Bukan kandidat ber-IP 4 yang dicari perusahaan. Melainkan kandidat yang potensial, punya bakat dan MAU belajar.

Tapi kalau belakangan kamu belum diterima, jangan patah semangat. Tambah lagi skill dan sertifikasimu. Daftar lagi kelas Academy yang relevan dengan karir yang kamu idam-idamkan. Ikuti Challenge. Atau hackathon lainnya di luar sana. Buanyak! Kesempatan itu, selalu ada.

#5 Siapkan pertanyaan di akhir interview
Recruiter yang baik biasanya akan memberi kesempatan padamu untuk mengajukan pertanyaan. Biasanya di akhir interview. Buat pelamar pemula, kadang suka paused alias tiba-tiba hening. Suara-suara di pikiran seperti “Mau nanya apa, broooo?”

Ingat petuah di atas tadi. Perlakukan 30 menit interview sebagai waktu-waktu berharga dalam hidupmu. Ini juga. Ibaratnya kue ulang tahun, ini adalah garnish alias icing yang memberi kesan spesial. Jangan biarkan kesempatan ini lewat begitu saja. Kalau kamu udah kerjain PR yang kami tulis di poin #2, sudah PASTI kamu punya pertanyaan.

Make sure hindari pertanyan receh ya gaes. Semacam “Gaji ditransfer tanggal berapa?” 😀 Biarkan mereka dulu yang memulai membahas soal gaji dan fasilitas. Dalam beberapa kasus, beberapa recruiter yang merasa klop sama kandidat, langsung menawarkan nego gaji seusai interview.

Tapi kebanyakan recruiter maunya mikir-mikir dulu dan menginterview semua kandidat sebelum memutuskan yes or no. Atau malahan beberapa masih perlu interview ronde dua untuk posisi tertentu yang partikular atau berpangkat tinggi.

Next step, kalau berhasil (amiiin, kami doakan!) recruiter biasanya akan membahas gaji, fasilitas, beserta syarat dan ketentuan kerja. Penawaran resmi ini umumnya  dikirim beberapa saat setelah interview via email dengan melampirkan dokumen resmi perusahaan (kontrak kerja/lainnya). Kamu bisa Q and A seputar nego gaji dan lainnya setelah menerima tawaran tersebut.

Ada juga beberapa perusahaan yang lebih suka mengumumkan job acceptance/offer via telepon. Dalam percakapanmu, kamu berhak loh, bertanya-tanya mengenai gaji dan fasilitas.

Keunikan Dicoding Jobs  

Back to Dicoding Jobs..Fitur ini lebih terintegrasi jika dibandingkan dengan job platform lainnya di Indonesia. Fitur ini adalah upaya kami melengkapi developer’s journey selama menjadi member Dicoding, seperti yang dijelaskan di atas.

 

Dicoding Jobs bukan solusi yang berdiri sendiri. Melainkan terkait aktivitas-aktivitas pengembangan diri seorang developer,
(Akbar Hidayat Chief Technical Oficer Dicoding)

 

 

Melalui Dicoding Jobs, recuiter bisa melihat progress kandidat developer. Bagi pencari kerja dan perusahaan, platform ini menawarkan lebih dari sekedar CV. Melainkan peta perjalanan self-development tiap developer yang holistik.

Kami yakin. Tiap developer itu unik dan punya learning path-nya sendiri-sendiri. Ada pelajar SMK yang pinter bikin Chatbot. Ada pula Ibu dengan anak 3 yang baru memulai belajar kelas MADE. It’s all great! Kami sangat menghargai tiap langkah besar dan kecilmu untuk belajar.  Ayo semangat!

Sebagai member Dicoding, kamu jelas punya keuntungan lebih saat melamar pekerjaan via Dicoding Jobs. Portfoliomu jadi terlihat jelas dan terukur di mata perusahaan yang kamu lamar.

Pengalaman Sejauh Ini

Menurut pengalaman temen-temen yang sudah pernah menggunakan, Dicoding Jobs itu sangat membantu loh.

#1 Matching Criteria
Kamu akan selalu dapat pemberitahuan yang up-to-date melalui email terkait lowongan yang hanya sesuai dengan portofoliomu di Dicoding. Notifikasi ini akan langsung mengarahkanmu ke website. Enak bukan? Contohnya, jika perusahaan membuka lowongan dengan syarat lulusan MGDE, maka kalau kamu lulusan MGDE, kamu akan mendapatkan email notifikasi tersebut.

#2 Spesifik pada Lowongan Developer
Dicoding Jobs spesifik untuk developer. Kenapa? karena Dicoding misinya menumbungkembangkan talenta developer di Indonesia. Kalau kamu ingin berkarir sebagai developer, this is the right place for you!

#3 Kepercayaan dari Perusahaan Skala Medium hingga Internasional
Lowongan yang masuk juga cukup menjanjikan. Perusahaan skala medium hingga internasional, telah mempercayakan job sourcingnya -antara lain- pada kami. Beberapa di antaranya seperti Biznet, IBM, GO-JEK, dan Telkom Indonesia.

Baik perusahaan lokal maupun multinasional, tertarik dengan fitur melihat self-development pelamar selama jadi member Dicoding. Mereka percaya pada Dicoding Jobs karena telah banyak berkolaborasi pada Academy/Challenge/Event sebelumnya.

#4 Lowongan tersebar di kota-kota di Indonesia
Siapa bilang kerjaan developer banyaknya hanya di Jakarta? Dicoding Jobs membuktikan bahwa kota-kota seperti Tangerang, Bandung, Batam, Sidoarjo, dan Surabaya, juga sarat dengan kesempatan. Semoga semakin banyak kota-kota lain yang menyusul. Stay tuned!

Harapan Memberi Nilai Lebih

“Aku dari dulu berpikir, salah satu PR besarku adalah bagaimana Dicoding bisa memberi nilai lebih / value untuk siapapun yang masuk di Dicoding, baik member maupun partner,” ujar Akbar. 

Untuk perusahaan, harapannya fasilitasi Dicoding membantu mereka untuk tumbuh lebih pesat lagi.

Untuk kamu wahai teman-teman yang mencari kerja, pun demikian. Setelah kamu keterima (atau tidak), kamu selalu punya sarana untuk mengembangkan diri lebih baik lagi di Dicoding. Inilah yang kami sebut dengan “nilai tambah.”

Seperti yang disampaikan, CEO Dicoding: 

Saya berharap Dicoding bisa jadi jembatan antara mutiara digital yang tersebar di seantero nusantara dengan kesempatan untuk mereka berkarya  (Narenda Wicaksono)

 

 

Dalam tempo beberapa bulan ke depan kami akan konsisten mengevaluasi. Apakah ekspektasi dari pihak pencari kerja dan member pelamar yang keterima, terpenuhi?

Demi nilai tambah untuk keduanya, Dicoding ingin semua serba bisa diukur dan berlanjut. Tidak hanya mencari kerja, dapat pekerjaan, lalu selesai. Dicoding ingin mengeksplorasi apa yang bisa dikembangkan untuk memajukan nilai tambah tersebut.

Dari situ, mungkin muncul inisiatif upgrade modul Academy atau lainnya. Who knows? We’ll see.

Upgrade materi mencakup peningkatan kualitas CV, misalnya. Tidakkah ini yang kita semua perlukan?  

Semua tergantung kalian, rekan-rekan. Manfaatkan Dicoding Jobs semaksimal mungkin ya gaes.

Find the job that’s right for you at https://www.dicoding.com/jobs 

penulis: Mutiara Arumsari dan Ziya El Arief

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding

Leave a comment