Blastnote : Aplikasi Pencatat yang Hindari Kompleksitas Penggunaan

Blastnote menjadi salah satu aplikasi anak negeri yang cukup dikenal di kancah persaingan aplikasi mobile dunia. Mengusung genre produktivitas, Blastnote menawarkan kemampuan pembuatan catatan dan membaginya dengan kerabat dan kolega dengan mudah. Blastnote memiliki tampilan aplikasi yang ringkas dan mudah digunakan.

Menurut Adib, CEO Algostudio, pembuat Blastnote, ide awal pengembangan Blastnote adalah keinginan untuk mengembangkan aplikasi yang mudah, yang bisa menampung beberapa jenis konten, dan membebaskan pengguna untuk berbagi pada orang-orang terdekat tanpa dibatasi oleh perbedaan sistem operasi. Di sisi lain, konten yang dibuat menggunakan Blastnote bisa diakses oleh siapapun yang diberi akses melalui browser.

Saat mendesain Blastnote, sebut Adib, mereka banyak terpengaruh dengan prinsip Jason Fried (37Signals). Mereka tidak berusaha untuk mengungguli fungsionalitas aplikasi lain yang lebih kompleks, namun justru berusaha keras untuk strip down to the essentials. Blastnote dibuat dengan fokus 2 core functions, yaitu (1) rich content handling dan (2) sharing ability. Untuk itu mereka tidak ingin ada fitur lain yang membebani pengguna, bahkan untuk registrasi sekalipun. Harapannya siapapun, termasuk generasi senior citizen yang telah mengadopsi penggunaan smartphone, bisa menggunakannya dengan nyaman.

Tak hanya catatan saja yang bisa disimpan menggunakan Blastnote. Aplikasi ini mengakomodasi penyimpanan data dalam bentuk gambar, suara (berkas audio), maupun video sekalipun. Semua bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik saja.

Sejauh ini tanggapan konsumen terhadap Blastnote sangat baik. Jumlah rating dan review yang diperoleh di Windows Phone Store dan Android Play Store menunjukkan puasnya konsumen terhadap penggunaan aplikasi ini. Adib mengatakan banyak pengguna yang mengirimkan feedback konstruktif melalui email pada tim Algostudio untuk perbaikan Blastnote ke depannya. Jelas ini suatu hal yang positif sebagai bukti kepedulian konsumen terhadap produk yang dipublikasi Awal 2014 ini.

Mengenai fitur pesan yang otomatis terhapus setelah 24 jam, Adib menambahkan, “Yang mendasari adanya fitur ini adalah prinsip ‘survival of the fittest.‘ Karena kemudahan penggunaan Blastnote, siapapun bisa membuat dan mengunggah konten, maka kemungkinan berhamburannya konten-konten yang kurang bermanfaat juga semakin besar. Yang menjadi tolok ukur apakah suatu konten memiliki value untuk pengguna dan pembaca adalah kunjungan tersebut. Maka dari itu, semakin sering konten yang diunggah dikunjungi, otomatis masa tayangnya di web akan diperpanjang.”

Segera unduh blastnote dan rasakan manfaatnya!

 

Disclaimer : Artikel review diambil dari DailySocial dengan perubahan seperlunya.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

dapat dikontak melalui alamat email : yoza[at]dicoding[dot]com