Bersama Kita Bisa: Setitik Senyum di Lombok Utara

“Kami tidur di luar pakai helm, Mbak,” tulis Khairul, Lombok Dev Leader kepada kami. Pesan itu datang tak lama setelah gempa susulan 6,5 SR di hari Minggu 19 Agustus 2018 lalu. Suasana Lombok kembali panik. Trauma dirasakan seluruh warga, tak terkecuali relawan.

Rencana pembagian bantuan dari Dicoding member jadi tertunda. Seperti relawan komunitas lainnya, enam personil Lombok Dev yang semula berniat menyalurkan  pada 20 Agustus, masih was-was. Dalam situasi seperti ini pun, memang sulit menemukan kendaraan distribusi sewaan.

Namun komunitas Lombok Dev sebagai penyalur bantuan Lombok Dicoding sadar bahwa amanah harus segera ditunaikan. Beberapa hari kemudian, situasi pun berangsur kondusif. “Sudah nggak kaget lagi dengar suara tikus di genteng,” kelakar Khairul dalam whatsapp-nya. Kami pun lega.

Akhirnya Kamis 23/8 dan Jumat 24/8 distribusi tahap pertama dan kedua (terakhir) terlaksana juga. Targetnya, daerah Lombok Utara, tepatnya di dusun pelosok yang belum jamak terjangkau bantuan. Di hari pertama tim bergerak menyentuh para warga dusun Batumping, Desa Sokong dan Desa Sigar Panjalin, Kec. Tanjung. Serta Jumat 24/8 lalu ke Dusun Kepang Sebangun, Desa Sambi Bongkol  dan Dusun Karang Anyar, Desa Gondang, Kec. Gangga.

Kondisi Desa di Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Gangga, Lombok Utara
yang menjadi target Bantuan Dicoding

Lokasi ini dipilih karena relatif jauh dari pusat kota dan belum mendapat bantuan sebanyak daerah terdampak gempa lainnya.

Simak: tur singkat lokasi yang rusak akibat gempa

Berkat sistem redeem Dicoding points menjadi item bantuan dari member Dicoding selama 15-17 Agustus lalu, telah terkumpul Points senilai Rp 21,310,000. Bantuan inilah yang kami salurkan via rekan-rekan developer di Lombok Dev yang berbaik hati mencari dan mengulurkan tangan ke daerah kantung-kantung penyintas (korban). Bantuan telah menjangkau 50 KK.

Penyerahan Bantuan Hari Pertama

Sebanyak 25 KK mendapatkan bantuan.

Simak: video dari penerima bantuan hari pertama

Setitik senyum menghiasi wajah ibu-ibu letih yang menggendong bayi tatkala mobil bantuan datang membawa bubur bayi. Selain itu anak-anak juga mendapatkan popok, biskuit bernutrisi, bubur bayi, dan vitamin.

Begitu juga dengan para Bapak. Mewakili keluarga, mereka sumringah saat bergantian memperoleh plastik berisi bahan makanan sehari-hari seperti beras, air mineral, telur, roti manis, biskuit, dan obat-obatan.

Terakhir, guna menunjang tempat tinggal dan dapur darurat, tim Lombok Dev juga telah menyiapkan kompor gas 1 tungku lengkap beserta perlengkapannya, tikar, tenda, dan selimut. Tenda dan selimut kian dibutuhkan karena kabarnya hujan mulai turun di daerah Mataram.

Penyerahan Bantuan Hari Kedua

 

Suasana di tenda darurat gelap karena padamnya listrik dan pencahayaannya yang minim. Berbekal senter tim LombokDev membagikan paket bantuan bagi sebanyak 25 KK.

Simak: video dari penerima bantuan hari kedua

Penyaluran bantuan Dicoding Fase 2 ini telah selesai. Pada Fase 1 lalu Dicoding menyalurkan genset, beberapa sleeping bag dan tenda melalui Walhi dan AMAN. Bahagia melihat wajah-wajah perempuan dan anak-anak yang menerimanya, meski tak banyak. “Senang Mbak, liat anak kecil pada ketawa. Capek kita hilang semua. Terima kasih ya,” tutur Khairul.

Ada sedikit perasaan haru melihat foto-foto yang kami terima. Justru kami yang perlu banyak-banyak berterima kasih. Tentunya pada tim Lombok Dev dan juga teman -teman member Dicoding yang sudi membantu lewat points-nya. Every point counts. Every little thing helps.

Kita semua berbagi rasa khawatir yang sama dengan ibu-ibu di desa-desa yang kami datangi. Semoga rasa cemas ini lekas berganti dengan perasaan optimis menatap fase pemulihan pasca bencana. Bersama kita bisa.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding

Leave a comment