Belajar Kotlin di Warung Kopi: Cerita Seorang Android Developer

Ar Firman Syahputra, Developer asal Pekanbaru, Riau ini sedang mengadu nasib di Jakarta. Ia bekerja di sebuah start-up seputar gaya hidup.

Lajang, merantau, tapi nggak galau. Ia mengaku Android programming adalah keahlian sekaligus passion-nya. Ia fokus ingin jago ngoding Android demi mengejar cita-citanya bikin start-up sendiri.

Nongkrong Produktif Ala Firman

Nongkrong geje di warung kopi, bukan kebiasaannya.

Tapi dua bulan belakangan, ia asyik nongkrong produktif di warkop dekat kosannya. Apa pasal?

Ternyata ia punya target menuntaskan kelas Kotlin Android Developer Expert di Dicoding Academy.

Selepas kerja, sulung dua bersaudara ini menghabiskan waktu dengan buka laptop dan belajar sampai warkopnya tutup.

Nggak capek yah?

“Ya capek,” tungkasnya. Berbekal tekad kuat, ia menghabiskan kurang dari 1 bulan untuk melahap seluruh modul. Lalu ia memanfaatkan lebih banyak waktu untuk mengerjakan proyek akhirnya.

Berkali-kali Gagal, Akhirnya Lulus Cemerlang 

Meski capek, Firman sangat bersyukur bisa lulus. Predikat “memuaskan” baginya hanyalah bonus. Memang, expert reviewer Dicoding yang membimbing sekaligus memeriksa pekerjaan  Firman berujar “aplikasi buatannya super. Kreatif banget. Kodenya juga bagus.”

Dari beberapa submissions, yang cukup sulit menurutnya adalah yang bertema unit test. Ia mengaku gagal paham konsep sehingga menghabiskan waktu untuk mendalami materi tersebut. “Lumayan kesal karena setiap bikin unit test mengenal koneksi pengambilan data dari API, selalu hasilnya gagal. Berkali-kali, berhari-hari mencoba selalu gagal.”

Ia pun memberanikan diri mendemonstrasikan output yang masih gagal itu ke reviewer.  “Alhamdulillah, responnya baik banget,” ujarnya. Sang pembimbing sangat detail dan memberi petunjuk kenapa saya kerap gagal serta opsi solusinya. Meski pekerjaannya ditolak, ia seneng banyak dapat ilmu dan pengalaman baru. “Dari sebel, jadi makin senang dengan unit testing ini,” imbuhnya.

Kenapa Belajar Kotlin?

Saat ditanya kenapa ia mengambil kelas Kotlin untuk pemrograman Android, ia menjawab bahwa pada dasarnya ia senang menekuni Android. Suka Java untuk programming karena simpel. Setelah itu, ia mulai mengetahui tentang Kotlin sebagai tambahan bahasa pemrograman untuk Android yang diresmikan oleh Google tahun 2017, di samping Java dan C++. Maka wajib baginya untuk belajar Kotlin.

“Masa sih, Android programmer nggak belajar Kotlin,” ujarnya.

Menurutnya, kelas Kotlin di Dicoding Academy memiliki konten yang mudah dipahami, reviewer yang baik dan membantu. “Saya bilang bahwa apapun itu, saya minta kritik jujurnya. Saya terima. Eh bener, saat submission saya dikembalikan oleh reviewer, masukannya benar-benar banyak. Saya kaget” ujarnya sambil terkekeh.

Sebelum belajar di Dicoding, Firman pernah juga mendapat beasiswa Google untuk belajar kelas Android programming secara online di Udacity. Dari situlah ia menyandang sertifikat sertifikat Associate Android Developer.

“Tapi saya lebih suka kelas online bahasa Indonesia di Dicoding,” tutur Firman. “Lebih mudah dimengerti dibanding bahasa Inggris. Lebih jelas pemahamannya.”

Ingin Mengajarkan IT untuk para Pemuda di Pekanbaru

Di sela-sela waktu luangnya dulu, Firman juga sempat mengikuti program Android Kejar dari Google sebagai fasilitator.

Memang sejak SMA di Riau, Firman ingin jadi seorang programmer. “Dunia IT itu keren banget,” menurut Firman jaman putih abu-abu. Ia mulai belajar open source via instalasi Ubuntu bahkan cara-cara hacking.

Setelah itu, ia menempuh studi Teknik Informatika di Politeknik Caltex, Riau.

Dulu sampai sekarang, mimpi polos Firman lainnya adalah menjadi guru. Ia ingin membagi sedikit ilmu Android-nya untuk para pemuda di Pekanbaru, Riau. “Di sana banyak anak-anak yang pintar,” katanya meyakinkan.

Lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan tak mungkin ia sukses memimpin startup buatannya di bidang knowledge-sharing, sesuai dengan mimpinya. Serta punya banyak jejaring komunitas IT di Riau.

Kita doakan ya kawan-kawan!

Firman yang telah mengambil 11 kelas di Dicoding Academy mengaku, bekal untuk menggapai impiannya, masih jauh dari harapan,

Ia masih ingin mendaftar kelas Menjadi Android Developer Expert. “Saya tengok, silabusnya lengkap!” serunya. Selama ini, ia bertutur banyak dapat update info teknologi terbaru lewat Dicoding.

Sarannya buat kami, ia ingin modul Kotlin Android Developer Expert lebih diperdalam dan mendetail.

Siap, Firman, kami catat! Masukan dari developer sepertimu yang bikin Dicoding kian semangat.

Untukmu yang ingin belajar kelas Kotlin di mana dan kapan saja, seperti cerita Firman ini, silakan klik tautan ini yah:

https://www.dicoding.com/academies/55

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding

Leave a comment