Bekal Skill Ngoding, Member Dicoding ini Selfie di depan Menara Eiffel

 Bekal Skill Ngoding, Member Dicoding ini Selfie di depan Menara Eiffel-

Berkelana ke Enam Negara. Skill Ngoding Kuncinya

Skill ngoding membuka banyak kesempatan. Salah satunya kesempatan berkarya hingga ke luar negeri. Seperti itulah pengalaman Arrival Dwi Santosa alias Ival. Bekal skill ngoding, Ival telah berkelana ke 6 negara sejak SMP. Bulan lalu Ival selfie di depan Menara Eiffel. Wow! Gimana ceritanya?

Baca juga: Indonesia Diaspora Connect: Karya Pemenang Dicoding Challenge: ALE Hackathon 2018  

Ival ke Perancis sebagai hadiah kemenangan Dicoding Challenge bertajuk “ALE Hackathon 2018.” Pada Challenge tersebut Ival bersama kedua rekan setimnya, Arief Hakim Askar (Arief) dan Zendi Iklima (Zendi) mengembangkan aplikasi Indonesia Diaspora Connect” yang menyabet juara satu.

Aplikasi IDC dan Coaching Clinic di Perancis

IDC adalah sebuah aplikasi yang bertujuan untuk mendata, menghubungkan, serta memudahkan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri menemukan pekerjaan. Potensi IDC besar, karena di luar sana ada 7 juta WNI diaspora tersebar di banyak negara (Data dari Indonesia Diaspora Network, 2015).

Di Perancis Ival dan tim mendapat pengalaman tiga (3) hari coaching clinic langsung bersama Tim R&D Pusat Alcatel Lucent Enterprise (ALE) di markas mereka di Strasbourg, Perancis. Tujuannya untuk menyempurnakan aplikasi IDC yang mereka buat. “Lifetime experience,” ujar Ival menyeringai.

Skill Ngoding

Presentasi di hadapan para developer dan pemenang Challenge dari 3 negara lainnya

Rupanya tim Indonesia (Ival dkk-red) tidak sendiri. Di sana hadir pula tim dari Brazil, Jerman, dan Perancis. Mereka memenangkan kompetisi yang sama -ALE Hackathon- di negara-negara tersebut. Member Dicoding sejak 2015 ini lanjut bercerita:

“Menariknya, dari 3 tim negara lain itu, hanya tim kami yang produk aplikasinya sudah jadi dan aktif digunakan oleh user, sedangkan yang lain masih dalam tahap ide atau mockup.”

Pengalaman Menarik  di Markas Alcatel Lucent Enterprise

Di hari pertama IDC menjadi daya tarik untuk semua peserta. Kami dapat standing applause dari head ALE di sana yang langsung mengajak kita diskusi dan tertarik dengan IDC.

Salah satu head of IT dari ALE pun sempat menyampaikan apresiasi. Kami dianggap berhasil mengembangkan aplikasi dan memahami API dari Rainbow dalam 1 bulan pengembangan hingga tahap ini.”

Skill ngoding

Bersama manajemen Alcatel Lucent Enterprise

Tapi buat Ival, bukan itu bagian terbaik dari pengalamannya selama di Perancis, melainkan saat bertemu dengan tim 10 developer di balik Rainbow, tools yang mereka gunakan. Tepatnya di hari kedua. Mereka jadi bisa  bertanya semua kendala pengembangan IDC. “Karena banyak sekali isu yang ingin kami tanyakan langsung ke pembuatnya!” seru Ival.

“Serunya, waktu itu ada SDK Website Rainbow yang bermasalah. Seluruh developer pusat berkumpul melihat issues yang kita temukan. Menjelang waktu pulang masalahnya pun solved. The power of keroyokan,” kenangnya.

Melalui Coaching Clinic, Ival, Zendi, dan Arief berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan tim developer pembuat API Raimbow seputar pengembangan IDC

Optimisme Mengembangkan IDC

Ival mengaku coaching clinic sangat bermanfaat.  Masukan selama training, banyak yang bisa mereka adopsi untuk mengembangkan IDC lebih lanjut. Kini tercatat IDC punya 230 user dengan grafik unduhan yang terus meningkat tiap bulannya.

“Kami optimis akan pengembangan IDC. Ide dari produk kami IDC sangat dinanti-nanti dan bisa menjadi solusi bagi para diaspora Indonesia. Next, kami ingin kerja sama dengan pemerintah dan IDN Global”

cek aplikasi buatan Ival, Zendi, dan Arief di playstore 

Bersama kedua rekan setimnya, Ival adalah mahasiswa ilmu komputer Beijing Institute of Technology dan  Universitas Mercu Buana (dual degree).

Ival baru kali ini menginjakkan kaki di Eropa. Ia bersyukur bisa jalan-jalan dan selfie di Menara Eiffel, salah satu mimpinya.

“Mimpi jadi nyata” ujar Ival tentang pengalaman singkatnnya ke Belanda dan Perancis.

Skill Ngoding dan Dicoding

Pemuda 20 tahun ini sangat rajin menuntaskan kelas demi kelas yang ada di Dicoding Academy. Total, ada 19 kelas. Salah satunya adalah kelas Kotlin Android Developer Expert yang tengah ia garap.

Simak apa kata Ival tentang Dicoding.

“Dicoding Academy adalah platform utama saya untuk belajar teknologi yang digunakan di Industri, karena saya selalu penasaran mempelajari teknologi baru. Dicoding Academy mempunyai kurikulum yang langsung dari expertnya seperti Google, IBM, dll.

Kelas Dicoding berbahasa Indonesia. Praktik-praktik dalam kelasnya mudah dipahami. Kelas dibimbing oleh mentor yang berperan memeriksa setiap tugas/project peserta. Ini sangatlah penting buat para developer agar dapat memahami materi secara mendalam.”

“Pengaruh Dicoding pada peningkatan skill saya, sangat signifikan.”

Salah satu Member Awal Dicoding

Mulanya Ival bergabung dengan Dicoding tahun 2015 saat masih putih abu-abu, tak lama setelah Dicoding berdiri. Kala itu ia hanya bisa mengembangkan desktop apps dan baru masuk ke android apps. Lalu ia melihat daftar kelas Academy yang menarik dari Industri. Ival langsung mengikuti kelas demi kelas dengan materi yang baru ia pelajari dari nol. 

“Dengan pengalaman belajar di Dicoding, saya jadu bisa menghasilkan karya yang menjuarai lomba-lomba di tingkat nasional, lalu internasional. Intinya pengalaman belajar di Dicoding sangatlah berkesan buat saya.”  

Saat ditanya tentang pengalamannya di kelas KADE, Ival mengaku

“Semua kelas di Dicoding, termasuk KADE, membahas rincian materi dengan sangat tersusun dan komprehensif, termasuk kelas KADE. Kelas ini bisa jadi rekomendasi buat para developer Android yang mau memulai belajar Kotlin terutama materi-materi yang rutin diperbaharui mengikuti perkembangan terbaru di Industri.”

Wow, terima kasih Ival. Semoga sukses dengan finalisasi IDC-mu. Semoga bisa bermanfaat bagi 7 juta diaspora Indonesia di seluruh dunia.

Bekal Skill Ngoding, Member Dicoding ini Selfie di depan Menara Eiffel- end

Ingin baca cerita lainnya dari jebolan Dicoding Challenge dan lulusan Dicoding Academy? Simak:

  1. Tips Menang Challenge ala Lulusan Berprestasi Dicoding (coming soon)
  2. Cah Blitar Peserta Dicoding Challenge Tergigih 2018
  3. Developer Lulusan Tercepat kelas Kotlin ini Ternyata… 

Tertarik mengambil kelas KADE seperti Ival, atau kelas Memulai Pemrograman dengan Kotlin?

Mumpung ada Program Beasiswa  berikut ini

Berbagi Beasiswa Berbagi Berkah

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding