Dicoding's Blog

Posts by Adrianus Yoza Aprilio

15 pemenang Dicoding Member-get-Member

Hi Developers,

 

Program Dicoding Member-get-Member (https://blog.dicoding.com/dicoding-member-get-member-2017/) referal telah usai. Berikut adalah 15 member dicoding dengan referal terbanyak selama bulan Oktober 2017 (minimal 10 referal, terurut dari jumlah referal terbanyak):

Continue reading

infographic-2017

#ceritadicoding : Story of Dicoding

Dicoding secara resmi diluncurkan tanggal 5 Januari 2015 untuk menjembatani developer Indonesia dengan kebutuhan dan permintaan pasar yang semakin kompetitif. Melalui ketiga pilar: challenge, event, dan academy, dicoding secara giat bekerja untuk mewujudkan misinya menumbuhkembangkan ekosistem industri IT di Indonesia dengan mengasah talenta terbaik menghasilkan produk teknologi unggul yang mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

Pada akhir tahun ketiga, dicoding telah berhasil memikat lebih dari 77,000 developer IT dari 336 kota di seluruh Indonesia. Diantara jumlah tersebut, terdapat 632 diantaranya yang merupakan startup members dan memanfaatkan program-program dicoding untuk memotivasi, mendukung, dan meningkatkan kualitas karya digital startup-nya.

Continue reading

Dicoding Member Get Member 2017

Hi Devs,

Pada bulan Oktober ini, Dicoding mengadakan Member Get Member 2017 Promo.

Kawan-kawan yang berhasil mengajak 10 temannya mendaftar kelas akademi aktif di Dicoding akan langsung kami tambahkan 100 points di akhir bulan. Bagi yang berhasil mengajak 100 temannya mendaftar kelas akademi aktif di Dicoding akan langsung kami tambahkan 1,000 points dan berlaku kelipatannya. Penawaran ini hanya berlaku di bulan Oktober 2017.

Continue reading

Bersosialisasi melalui Permainan / Game Digital

Sebagai makhluk sosial, manusia hidup dalam lingkungan dan atau grup bersama individu lainnya. Setiap grup tentu berisi bermacam individu yang sangat bervariasi dari mulai usia, aktivitas, hobi, kepribadian, dan lainnya. Namun tentu saja, mereka yang berada dalam sebuah grup memiliki sebuah kesamaan, misalnya kesamaan hobi, kesamaan pekerjaan, kesamaan tujuan, dan lain-lainnya. Ada kalanya, lingkungan dibentuk dari kesamaan aktivitas, misalnya sama-sama bermain sebuah permainan tertentu. Tentu saja bermain bersama jauh lebih menyenangkan daripada bermain sendirian. Banyak permainan digital / game yang membuat orang berkenalan di dunia maya dan akhirnya menjadi sahabat di dunia nyata, dan sebaliknya. Aktivitas pun tidak harus bertemu secara fisik, bisa jadi bertemu dalam game, atau bersaing dalam menjadi yang terbaik dalam permainan.

Continue reading

Berbagi Kebaikan lewat Teknologi

Kindness knows no boundries – Meskipun tidak begitu akrab atau bahkan mungkin belum saling mengenal, tetapi kita selalu bisa berbagi kebaikan kepada sesama karena kebaikan adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh seluruh umat manusia walau berbeda suku, agama, ras, dan bahasa. Tak diragukan lagi, dunia saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang menebarkan kasih dan melakukan aksi-aksi kebaikan. Tidak usah seheboh Dokter menyelamatkan pasien atau kisah-kisah heroik lainnya. Walau mungkin terkesan sepele, tetapi sebuah senyuman mampu menguatkan jiwa orang yang melihatnya. Walau mungkin terkesan sederhana, tetapi uluran tangan untuk menolong saudara kita yang tengah dilanda kesusahan akan sangat berarti baginya.

Berbagi Kebaikan

Continue reading

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

Membuat Aplikasi dan Permainan Digital Menjadi Media Alternatif Pembelajaran dan Terapi

Di kehidupan modern, banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan teknologi. Belajar bisa dilakukan dengan media apa saja dan dimana saja, misalnya melalui simulasi dan permainan. Begitu juga terapi yang dilakukan dengan bantuan teknologi, salah satunya terapi untuk penurunan ingatan / dementia. Belum punya ide untuk membuat aplikasi atau permainan yang dapat menjadi media alternatif pembelajaran maupun terapi? Simak artikel berikut.

Salah satu contoh media belajar yang menyenangkan adalah melalui bermain game. Game edukasi merupakan salah satu genre game yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada pengguna dengan cara yang menyenangkan. Di Indonesia sendiri sudah cukup banyak game developer yang fokus pada konten edukasi. Selain pasarnya yang cukup besar, tentunya mereka juga mempunyai tujuan yang mulia yaitu ingin mengedukasi anak bangsa dengan konten yang menghibur. Dengan murahnya gawai yang ringan dan dapat dibawa, belajar apapun sekarang lebih mudah, cukup dengan mengunduh berbagai game edukasi di Store.

Continue reading

Hidup Terkoneksi dengan Membawa Manfaat

Internet tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia modern. Di Indonesia, terdapat lebih dari 132,7 juta orang yang mengakses internet. Survei APJII 2016 menunjukkan 42,8% pengguna Internet di Indonesia berusia 10-34 tahun serta 98,3% mengakses internet melalui smartphone. Jelas ini mendukung fakta, Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat pengguna smartphone terbanyak di dunia. Apakah kita sudah menjadi Masyarakat yang hidup terkoneksi dengan membawa manfaat?

Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh developer untuk menawarkan konten smartphone yang berkualitas kepada masyarakat, termasuk antara lain aplikasi dan games yang edukatif dan bermanfaat. Teknologi internet dan smartphone seharusnya dimanfaatkan dengan optimal untuk mendukung kehidupan keseharian yang lebih baik, efektif, dan tepat guna. Targetnya pun dapat sangat fokus, misalnya hanya untuk kalangan tertentu, maupun menargetkan pengguna global seluruh dunia. Ketergantungan manusia modern pada smartphone dan internet adalah fenomena yang harus bisa dimanfaatkan, disamping pro-kontra yang diperdebatkan tentangnya.

Continue reading

sosial, credit: pexels.com

Memobilisasi Generasi ‘mager’ untuk Terlibat Mewujudkan Kepedulian Sosial melalui Aksi Nyata

Banyak masalah tidak akan selesai jika kita hanya berdiam diri di rumah, terpaku pada gawai, berkomentar ria dan meneruskan pesan-pesan lewat media sosial. Dibutuhkan aktualisasi solusi, kepedulian, keterlibatan, dan aksi sosial nyata. Memobilisasi generasi ‘mager’ untuk bergerak ikut turun tangan dan terlibat langsung dalam mewujudkan kepeduliannya merupakan sebuah tantangan di era saat ini. Apakah kamu punya jawaban dan solusi untuk membuat generasi ‘mager’ mau ikut dalam berbagai aksi nyata?

Melakukan sebuah aksi kebaikan seringkali lebih mudah diucapkan daripada mewujudkannya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia memiliki segudang masalah baik yang sering kita temui pada keseharian, misalnya masalah sosial, atau masalah yang tiba-tiba muncul, misalnya bencana alam. Setiap masalah tentu punya solusinya masing-masing dan terkadang menanti peran serta kita untuk mengurainya. Banyak masalah tidak akan selesai jika kita hanya berdiam diri di rumah, terduduk dengan pandangan terpaku pada gawai masing-masing dan berkomentar ria. Padahal, dengan bantuan teknologi kita dapat dengan lebih mudah mendukung sebuah rencana kebaikan, menyebarkan inisiatif-inisiatif serta mendorong orang untuk berbuat baik. Tetapi yang secara nyata melibatkan masyarakat untuk berbuat baik, belum banyak, jauh lebih banyak ‘aktivis online’.

sosial, credit: unsplash.com

Continue reading