Aplikasi berbasis flutter

Aplikasi Berbasis Flutter: Beceer sang Juara

Aplikasi Berbasis Flutter : Beceer sang Juara 

Kenapa Flutter 

Sekali membangun app dengan framework Flutter, bisa untuk iOS dan Android. Kini Flutter benar-benar jadi multiplatform. Akan ada tambahan dukungan untuk Web dan Desktop.  

(Google I/O 2019)

Pernah coba bikin aplikasi menggunakan Flutter? Kalau kamu pengembang aplikasi yang suka ikut arus teknologi terkini sih, wajib coba. 

Buatmu yang belum familiar, Flutter adalah SDK (Software Development Kit) yang dibuat Google untuk membuat aplikasi mobile berkualitas layaknya aplikasi native untuk iOS dan Android

Baca dulu:  5 Alasan Kenapa Flutter Penting bagi Developer 

Karena Flutter kian penting untuk developer, kami mengadakan Dicoding Challenge: Create Beautiful Apps using Flutter Juni 2019 lalu. Ada 2 aplikasi yang kami nobatkan sebagai pemenang. Ini dia salah satunya. 

Beceer: Aplikasi Berbasis Flutter Sang Juara

Perkenalkan, Beceer, aplikasi belanja dan delivery kebutuhan dapur yang sedang trending di Purwokerto. 

Bayu Lukman Yusuf (24 tahun), member Dicoding asli Purwokerto, penciptanya. Tiga bulan berjalan sejak diluncurkan April 2019, Beceer sudah menggaet lebih dari 700 orang users. Kebanyakan para bunda yang tak sempat belanja keluar rumah. 

Setelah penjurian yang ketat, kami memutuskan Bayu dan Beceer-nya, sebagai sang juara! 

“Selain UI yang menarik, Aplikasi sudah berfungsi secara maksimal. Tersedia di Playstore dan sudah memiliki ribuan user.” (Dewan Juri Dicoding Challenge)

Saat ditanya kenapa pakai Flutter, Bayu mengaku memang sudah lama jatuh hati pada cross-platform framework ini. Ia mulai ngulik Flutter tak lama setelah rilis tahun 2015. 

“Gak hanya cantik. Tapi juga jauh lebih mudah bikin aplikasi pakai Flutter. Material desain semua udah disediakan. Ada  drawer, button navigation, dan lain-lain. Komunitasnya, OK dan plugin-plugin dari developer pun, banyak” 

 Terbukti dalam waktu 3 bulan, Bayu selesai mengembangkan Beceer. Wow! 

Lulusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Telkom, Purwokerto ini mengaku cukup puas dengan performa Beceer. Beceer telah menuai ribuan unduhan.

Aplikasi berbasis Flutter

Cara Kerja Beceer 

Aplikasi Berbasis Fluter

Cara kerjanya sangat mudah:

  • Pelanggan memilih dan membayar item pesanan di aplikasi
  • Pesanan diterima mitra Beceer
  • Mitra Beceer menyiapkan Pesanan
    Driver Beceer menjemput pesanan dari mitra dan mengantarkannya pada pelanggan

Selain memenuhi kebutuhan dapur pelanggan, Beceer punya misi lainnya.

“Kami ingin aplikasi ini mengangkat lagi pasar tradisional yang ada di Purwokerto. Kadang pasar sepi kan. Dengan Beceer, kami ingin berdayakan para pedagang pasar.” 

Dulu pendapatan para penjual terbatas pada pengunjung kios di pasar. Kini tidak lagi. Via Beceer, mereka jadi bisa menjangkau pelanggan online yang tak sempat pergi ke pasar. 

Para pedagang senang bergabung jadi mitra Beceer. Tapi dulu, tak semulus itu. “Awalnya  susah ngenalin konsep belanja online ini ke Bapak / Ibu pedagang. Rata-rata sudah berumur ya. Gak gitu kenal teknologi. Tapi lama kelamaan, tembus juga,” kenang Bayu sambil menyeringai. 

Aplikasi berbasis flutter

Staf Beceer (kanan) tengah menjemput item pesanan pelanggan dari mitra di pasar

Buat pelanggan, Beceer juga sangat memudahkan. Dengan tarif pukul rata Rp 7,000 saja, para pelanggan dalam kota bisa menikmati kiriman sayur, buah, bumbu, dan lain-lain sesuai pesanan. Murah dan mudah kan?

What’s Next?

Saat ini tim Beceer terdiri dari 3 orang di manajemen, termasuk Bayu sebagai CEO. Plus seorang pengemudi motor. Ke depan, Beceer ingin menjangkau lebih banyak user, termasuk hotel dan restoran. Otomatis, dengan itu Beceer bisa luas merangkul mitra pedagang pasar tradisiona. Tak heran Bayu dan tim makin giat menyebar selebaran dan iklan di instagram.  

Di luar pasar Purwokerto, Beceer juga berencana merambah ke kota Cilacap dan sekitarnya

Tantangan, tentu ada. Kompetitor bermunculan. Pun demikian Bayu tetap optimis. “Gak masalah. Tetap jalankan pelayanan semaksimal mungkin!” 

Sering Kalah, Tetap Semangat 

Dari 9 Dicoding Challenge yang Bayu ikuti, ini karya keduanya yang menyabet gelar juara.  

“Mental Ikut Dicoding Challenge ya sama dengan mental bikin startup. Harus berani coba. Mau gagal atau nggak, nggak apa-apa. Yang penting sudah coba, jadi gak penasaran.” 

Ke depan, member Dicoding yang satu ini ingin tetap semangat mengikuti Challenge-challenge berikutnya.  

Untuk bantu skill-nya bikin aplikasi, Bayu bersyukur sempat mengikuti kelas Kotlin Android Developer Expert di Dicoding. Menurutnya: 

“Materi di Dicoding itu dijelaskan dari dasar hingga jadi aplikasinya. Penjelasannya rinci.” 

Untuk teman-teman yang ingin bikin startup sepertinya, ia juga berujar kalau rasa ingin tahu itu penting. Harus rajin baca, karena developer tak terbatas soal teknis saja. Mesti lengkapi pengetahuan dengan skill organisasi dan lainnya. 

 Aplikasi Berbasis Flutter : Beceer sang Juara -end 

 

  • Artikel Selanjutnya: Aplikasi Belle berbasis Flutter karya Thoriq Azis, Pemenang Dicoding Challenge 2019. 

 

  • Ingin juga, bikin aplikasi yang indah dan mudah dengan Flutter? Dicoding punya solusinya. 

Klik ini untuk mengunjungi kelas “Menjadi Flutter Developer Expert.” FREE Trial 15 hari. 

aplikasi berbasis flutter

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding