Update Android Wajib Tau: Cerita dari Android Developer Summit 2018 di Amerika Serikat

Pada Tanggal 7-8 saya diberi kesempatan untuk mengikuti event Android Developer Summit di Mountain View, San Francisco, California.

Event yang diselenggarakan oleh Google ini ditujukan untuk Developer Android di seluruh penjuru dunia.

Terakhir kali event ini diadakan pada tahun 2015, berbeda dengan dev summit lainnya yang rajin diadakan tiap tahun seperti chrome dev summit, dan tensorflow dev summit.

Jika ditanya, semua developer Android yang hadir tentu antusias. Kami semua bisa berkomunikasi langsung dengan Googler alias expert yang bekerja untuk Google.

Event yang diadakan di gedung Computer History Museum ini memiliki format yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Google I/O. Fokus acaranya membahas beberapa update terbaru mengenai development di platform Android, dan juga best practicec dalam development Android.

Mayoritas peserta yang ikut event ini adalah Developer Android dari berbagai negara, termasuk Indonesia.Selain saya. ada Sidiq Permana (Google Developer Expert / GDE & CTO Nusantara Beta Studio), Ibnu Sina Wardy(GDE / Chairman Gits Indonesia), Andrew Kurnadi (GDE & CEO Lumio), dan Boby Indra Pratama (Android Engineer Bukalapak). Beliau-beliau ini adalah para developer Android yang namanya sudah tak asing lagi di tanah air. Mereka rutin membagikan ilmu Android-nya dari sabang sampai merauke. Semoga saya juga kecipratan ilmu-ilmu codingnya dari para tokoh ini.

Dari Dari kiri ke kanan: Ibnu Sina Wardy, Boby Indra Pratama, Andrew Kurnadi, Sidiq Permana, dan penulis (Ahmad Imaddudin)

Highlights yang Kamu Wajib Tahu

Event ini berlangsung selama 2 hari, dimulai dari jam 8 pagi sampai petang. Tiap harinya berisi sesi-sesi yang mengulas tentang Android Development. 

Setiap waktu pasti ada 2 sesi berjalan paralel untuk mengakomodasi beragamnya sesi yang ada. Kami harus memilih yang mana. Meski tak hadir satunya lagi, tidak masalah. Google sudah menyiapkan rekaman di semua sesi.  

Beberapa highlight yang perlu teman-teman ketahui dari acara dev summit adalah berikut ini:

#1 Kotlin updates

Bahasa pemrograman yang satu ini memang lagi ngetop di kalangan Developer Android karena terkenal lebih simpel. Kali ini Kotlin sudah mencapai update versi 1.3 di mana coroutines sudah menjadi stable, multiplatform Kotlin, dan tools-tools baru lainnya. Bisa cek di sini untuk lebih detailnya https://blog.jetbrains.com/kotlin/2018/10/kotlin-1-3/.

#2 Navigation & WorkManager

  1. Android Jetpack
    Merupakan kumpulan tools/library/design concept yang baru-baru ini dirilis Google. Navigation dan WorkManager adalah bagian kecil dari Android Jetpack tersebut.
  2. Navigation
    Dengan tools ini maka coding navigasi antar activity/fragment di dalam aplikasi menjadi lebih simpel. Tersedia tools visual drag & drop yang bisa dipastikan tak lama lagi akan menjadi top-use tools.   
  3. WorkManager,
    Gabungan dari jobscheduler, alarmmanager, dan firebasedispatcher yang dibungkus ke dalam API baru bernama WorkManager. Library ini akan memudahkan para developer untuk mengimplementasikan background service di dalam aplikasi mereka.

Baca di sini untuk lebih detailnya https://developer.android.com/jetpack/

#3 Android Studio 3.3 Beta

Yang penasaran dengan update Android Studio, silakan cicipi versi 3.3. Meskipun masih beta tapi ada beberapa highlight versi ini yaitu Profiler memory allocation tracking options, Inspect frame rendering data, CMake version 3.10.2, Android App Bundles now support Instant Apps, dan lainnya. Bisa dilihat release notes-nya di link berikut ini https://developer.android.com/studio/preview/features/.

#4 Android Bundles

Android Bundles mampu membuat APK lebih kecil. Ini penting ketika aplikasi Android kita ingin support di banyak device. Ukuran lebih kecil dapat tercapai dengan fitur dynamic deliveries di mana APK yang diunduh user hanyalah yang sesuai dengan kebutuhan konfigurasi device-nya.

Selain itu terdapat fitur dynamic feature module, di mana tidak semua module dimasukkan ke dalam APK. Ini menghasilkan ukuran APK yang lebih kecil. Dan ketika aplikasi membutuhkan module tersebut maka aplikasi dapat mengunduhnya sewaktu-waktu.

#5 Foldable screens

Sesi tentang foldable screens di bahas tuntas di dalam sesi “Is Your App Ready For Foldable Phones”. Foldable phones adalah jenis device baru yang layarnya dapat dilipat. Ketika dilipat maka device akan dapat masuk ke saku celana, dan ketika tidak dilipat maka akan seperti tablet. Untuk mengimplementasikannya maka developer perlu mengenal API “screen continuity” yang mengatur perubahan dari folded ke unfolded atau sebaliknya.

Jangan ketinggalan untuk simak rekaman langsungnya di tautan berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=UwEyK5WATFA.

Dan masih banyak update-update lainnya, yang kamu dapat temukan di sini https://developer.android.com/dev-summit/.

Catatan Pinggir

Panggung saat sesi berlangsung

Mengikuti suatu sesi memanglah main dish dari event ini, akan tetapi ada side dish yang tidak bisa ditinggalkan yaitu konsultasi dengan para Googler. Di acara ini para Googler siap menjawab semua pertanyaan para developer, mereka sudah ready di stand masing-masing seperti stand Android Architecture, Chrome OS, WebView, Google PlayStore, dan lainnya. Dijamin puas jika berkonsultasi langsung dengan para masternya. Mereka adalah teknisi yang memang berkontribusi langsung dengan produk-produk top milik Google.

Di foto ini, para GDE Indonesia ber-foto dengan Yigit Boyar. Sayangnya saya belum sempat foto dengan beliau, semoga bisa di kesempatan lainnya.

Dicoding sebagai salah satu developer hub terbesar di Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu yang ada di event ini dapat diserap ke developer Indonesia. Tentunya dengan menyiapkan Dicoding Academy dengan materi-materi yang up-to-date sudahlah menjadi plan kami.

Tidak mudah memang untuk mengikuti perkembangan platform Android yang sangat cepat, kita harus menyelaraskan kecepatan learning dengan roda update yang berputar tanpa henti. Kuncinya adalah fokus, tetaplah fokus dengan passion kita sebagai developer Android, sampingkanlah kegiatan yang men-disturb fokus kita. Sekali lagi, tidak mudah memang tapi saya yakin kita bisa.

Terakhir, bagi yang memiliki kesempatan pergi ke San Francisco, jangan lupa mampir di Lombard Street.

Lombard Street, perpaduan antara taman dengan jalan menanjak

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat, rekan-rekan. Kita semua pingin jadi android developer jempolan. Makanya keep up terus, upgrade terus pengetahuan dan skill-mu ya!

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

One comment, add yours.

Angga

Kereeen. Gokil

Leave a comment