Dicoding's Blog

Adzan Times & Qur’an: Aplikasi Pengingat Waktu Adzan Dengan Fitur Lengkap

Screen Shot 2015-10-29 at 2.51.37 AM

Untuk para muslim di Indonesia, kini telah hadir aplikasi yang dapat membantu kegiatan ibadah yang bernama Adzan Times & Qur’an.

Aplikasi Adzan Times & Qur’an dikembangkan oleh M. Husni Syahbani. Aplikasi ini akan membantu Anda untuk mengingatkan apabila telah masuk waktu untuk sholat. Tidak hanya itu, Adzan Times & Qur’an juga dilengkapi dengan fitur-fitur lain yang dapat meningkatkan ibadah Anda.

unnamed-6

Fungsi utama dari Adzan Times & Qur’an adalah pengingat untuk waktu sholat. Salah satu permasalahan yang dialami oleh sebagian besar umat muslim adalah waktu sholat yang jamnya selalu berubah tiap harinya. Selain itu, waktu sholat juga memiliki perbedaan untuk lokasi yang berbeda. Dengan Adzan Times & Qur’an, kita bisa mendapatkan waktu sholat yang tepat dan akurat sesuai dengan dimana kita berada.

Adzan Times & Qur’an akan memberikan kita notifikasi apabila telah masuk waktu sholat. Notifikasi otomatis ini bisa juga berupa suara adzan untuk mengingatkan kita bahwa telah tiba waktu untuk melaksanakan ibadah sholat. Kita juga bisa melakukan koreksi secara manual apabila lokasi yang diberikan oleh aplikasi tidak sesusai dengan lokasi kita saat ini.

Screenshot_2015-10-28-16-16-58

Selain fitur pengingat waktu sholat, aplikasi ini juga dibekali dengan fitur-fitur lainnya yang tidak kalah menarik. Di dalam Adzan Times & Qur’an karya M. Husni Syahbani ini terdapat Al-Qur’an digital, kumpulan hadits dan do’a, panduan arah qiblat, dan juga kalender hijriah.

Fitur-fitur ini bisa jadi pembeda dari aplikasi Adzan Times & Qur’an dengan aplikasi pengingat waktu sholat lainnya. Dengan aplikasi ini, umat muslim bisa mendapatkan solusi lengkap terkait ibadah mereka.

Screenshot_2015-10-28-16-17-20

Untuk fitur Al-Qur’an digital, Adzan Times & Qur’an menyediakan lengkap 114 surat secara online. Namun jangan khawatir karena setiap halaman yang sudah kita buka akan tersimpan secara offline sehingga kita bisa mengaksesnya meski tanpa koneksi internet.

Fitur Al-Qur’an digital juga dilengkapi dengan dua pilihan bahasa untuk terjemahan yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sama seperti fitur hadits dan do’a yang juga disediakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini membuat aplikasi Adzan Times & Qur’an dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia.

Anda yang tertarik dengan aplikasi pengingat waktu adzan yang dilengkapi dengan berbagai fitur ini bisa mengunduh aplikasi Adzan Times & Qur’an di Google Play secara gratis.

 

Artikel ini dimuat pertama kali oleh Trenologi pada tautan berikut.

un sd

Matangkan Persiapan Ujian Nasional Dengan Aplikasi Tryout UN SD

Bagi Devs yang punya anak atau adik yang saat ini sedang berada di kelas 6 SD, sebentar lagi mereka akan melakukan ujian nasional untuk kelulusan dari tingkat SD. Omega Mediatama melihat hal ini sebagai sebuah peluang untuk bisa memberikan solusi untuk membantu anak SD mempersiapkan diri. Omega Mediatama mengembangkan aplikasi bernama Tryout UN SD.

Continue reading

3 Hal untuk Coder Muda Indonesia

Awal tahun ini kami sempat mengadakan penelitian mengenai jumlah developer di Indonesia dan kami mendapatkan angka sekitar 500,000. Angka ini termasuk mahasiswa dan pemegang ijazah ilmu komputer / informatika. Pertanyaan yang sederhana adalah berapa % dari setengah juta yang memiliki kemampuan untuk membuat produk IT? Melalui metode survey diawal 2015 kami mendapatkan angka 5%. Angka tersebut terlalu kecil dibanding potensi market Indonesia yang sedemikian besar. Lalu apa saja yang bisa dilakukan oleh coder muda Indonesia?

Tingkatkan Skill

Kami telah meluncurkan program academy untuk membantu coder muda yang masih baru agar dapat mengetahui apa saja yang perlu dilakukan agar dapat menghasilkan sebuah produk aplikasi. Program ini mengharuskan setiap developer untuk mengikuti modul dan mengirimkan prototipe untuk kemudian dievaluasi oleh tim kami. Setiap peserta bahkan akan mendapatkan rewards setelah lulus. Hasilnya? Sekarang rasio developer yang dapat membuat aplikasi naik hampir 7% dan pertumbuhan aplikasi baru pun meningkat.

Tingkatkan Rating

Rata-rata aplikasi buatan developer Indonesia saat ini berada di angka 3.9. Padahal untuk bisa mendapatkan spotlight (featured), rating aplikasi harus berada diatas 4.5. Jadi bagi teman-teman developer yang rating aplikasinya masih dibawah 4.5 silahkan belajar dari karya lokal terbaik melalui kanal showcase. Lihat dan analisa bagaimana produk dari developer terbaik dibuat.

Bercerita

Indonesia saat ini sedang didominasi dengan generasi berumur 20 an tahun. Generasi ini tidak terlalu menyukai penawaran langsung. Tapi mereka sangat mencintai cerita, market ini mengharuskan kita pandai mengolah cerita dalam setiap produk yang kita buat. Lihat bagaimana The Wali Studio dan Agate Jogja mengolah aplikasi dan game yang mereka buat agar mendapatkan sudut pandang cerita yang bagus dan mudah diterima oleh pasar maupun media.

Summary

Saat teman-teman developer membutuhkan ide untuk membuat produk, dicoding bekerjasama dengan berbagai partner termasuk investor untuk memberikan ide melalui challenge. Beberapa challenge baru bisa dilihat setelah developer verified account atau submit aplikasi ke dicoding store. Kami selalu berkomitmen untuk membantu coder muda agar dapat sukses mengembangkan produk aplikasinya.

Developer Indonesia

Kami berharap pada peringatan sumpah pemuda tahun depan, aplikasi developer Indonesia yang diatas 1 juta download bisa meningkat tajam.

kamus budaya indonesia

Kenali Budaya Indonesia Menggunakan Kamus Budaya Indonesia

Budaya Indonesia merupakan kekayaan negara kita yang harus terus dirawat dan dipertahankan. Banyak cara kreatif yang bisa kita, generasi muda, lakukan untuk membantu melestarikan kebudayaan kita. Developer asal Yogyakarta yang bernama Plaps Studio mencoba untuk turut serta berperan dan berkontribusi membela kekayaan budaya dengan aplikasi yang bernama Kamus Budaya Indonesia.

Continue reading

updates2710

Dicoding Updates : 9Apps Challenge & Rewards

Hi, devs!

Bagaimana kabarnya?

 

Kami di Dicoding ingin menginformasikan beberapa update terkait Dicoding termasuk challenge dan rewards baru:

 

9 Apps Challenge

Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Nasional mendatang, 9Apps mengajak para pemuda pemudi Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih baik. 9Apps adalah Play Store pihak ketiga yang memberikan pengguna Android alternatif pilihan untuk mendownload aplikasi dan permainan / game tanpa perlu registrasi.  Kompetisi ini terbuka bagi developer muda di Indonesia yang ingin menciptakan Indonesia yang lebih baik dengan membuat aplikasi yang bisa menjadi solusi kehidupan sehari-hari. 9 pemenang akan mendapatkan feature di 9 Apps selama 2 minggu (14 hari). Silahkan menuju halaman 9 Apps Challenge.

 

Hackathon Merdeka Surabaya

Hackathon Merdeka adalah salah satu inisiatif dari Code4Nation dengan dukungan berbagai pihak untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Indonesia dengan menggunakan teknologi. Sebagai salah satu bentuk dukungan, Dicoding memberikan tantangan kepada para peserta Hackathon Merdeka, khususnya developer yang mengikuti #HackathonMDK Chapter Surabaya, untuk mempublikasikan karyanya, baik dalam bentuk aplikasi web, maupun mobile. Bagi Anda developer Surabaya, silahkan menuju halaman Hackathon Merdeka Surabaya            .

 

Rewards

Dicoding baru saja melakukan update pada katalog rewards untuk memberikan dukungan kepada game developer. Beberapa rewards untuk mendukung pengembangan music game baru saja ditambahkan, diantaranya adalah Samson Carbon 61, Novation Impulse 49 – USB-MIDI Keyboard, dan Samson Graphite M25 Mini USB Midi Controller.

 

Selain itu terdapat update pada fitur showcase, yang kini dilengkapi dengan review aplikasi.

 

Semoga informasi ini dapat bermanfaat & selamat berkarya!

mbb

Marbel Belajar Membaca: Aplikasi Gratis untuk Berantas Buta Aksara di Indonesia

mbb
Menyambut “Gerakan Masyarakat Membaca” yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan hari ini, Educa Studio turut mengajak masyarakat untuk belajar membaca dengan Marbel Belajar Membaca, sebuah aplikasi edukatif yang memudahkan pengguna dalam mengenal huruf, mengeja suku kata, hingga membaca sejumlah kosakata disertai gambar dan animasi yang menarik. Meski dirancang untuk anak usia 6-8 tahun, pemanfaatan aplikasi Marbel Belajar Membaca tak dibatasi usia sehingga warga belajar yang berusia lanjut pun bisa mengasah kemampuannya dengan memanfaatkan aplikasi ini.

Dalam aplikasi tersebut, materi disajikan dalam tampilan yang menarik, dilengkapi audio visual dan gambar animasi untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Selain itu, pengguna juga dapat mengasah kemampuan melalui permainan edukasi (games) yang disediakan, seperti bermain menebak suku kata, bermain katangkasan membaca, dan memisahkan suku kata. Semua ini dapat dimanfaatkan secara gratis (tidak berbayar) dengan mengunduh aplikasi Marbel Belajar Membaca pada ponsel pintar dengan sistem operasi Android atau iOS.

“Aplikasi Marbel Belajar Membaca kami rancang sebagai sarana pendidikan membaca yang mudah dipahami dan menyenangkan untuk semua kalangan, khususnya anak-anak,” tutur Andi Taru, CEO Educa Studio.

Dalam laporan yang dilansir Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud tahun 2015, tercatat bahwa jumlah penduduk buta aksara nasional masih tersisa 3,76 persen atau sekitar 6.007.486 orang di akhir tahun 2014. Data tersebut menunjukkan kemajuan pendidikan keaksaraan (basic literacy) yang cukup baik dalam menurunkan angka buta aksara dari 4,03 persen penduduk atau sekitar 6.165.406 orang di tahun sebelumnya.

Adapun wilayah yang menjadi prioritas penuntasan tuna aksara Kemendikbud adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Tantangan yang dihadapi adalah menjangkau dan memantau upaya penuntasan tuna aksara di daerah-daerah pelosok dengan kelompok penduduk yang ditargetkan juga telah berusia lanjut.

Selain melalui program pendidikan pendidikan keaksaraan dasar yang telah disiapkan oleh pemerintah, elemen masyarakat lainnya juga memiliki tanggung jawab untuk turut memberantas buta huruf melalui metode-metode yang kreatif dan inovatif dalam menjangkau seluruh penduduk di pelosok tanah air.

“Kami berharap Marbel Belajar Membaca dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat sehingga mampu berkontribusi terhadap penuntasan tuna aksara di Indonesia,” lanjut Andi Taru.

Educa Studio juga meluncurkan fitur tambahan berupa materi belajar eja nama buah, eja nama sayur, eja warna, dan eja nama hewan. Selain penambahan fitur, Educa Studio secara konisiten melakukan optimasi performa dari Marbel Belajar Membaca, antara lain dengan meningkatkan standar rekaman suara dengan teknologi terkini sehingga suara menjadi lebih jernih serta menggunakan Intel NDK untuk versi Android agar kecepatan aplikasi menjadi lebih baik.

Saat ini aplikasi Marbel Belajar Membaca telah diunduh oleh lebih dari 350,000 kali. Untuk mulai menggunakan aplikasi ini, pengguna ponsel dapat mengunduhnya di Play Store dan App Store pada tautan berikut: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbelmembaca dan https://itunes.apple.com/us/app/marbel-membaca/id961468131?ls=1&mt=8.

BANNER WEB

Dicoding: GDG Prime 2015 Bisa Jadi Katalis Bagi Akselerasi Ekosistem Industri Game

Dengan dukungannya untuk GDG Prime 2015 ini, Dicoding berharap acara ini bisa mengakselerasi pertumbuhan industri game dalam negeri.

Sebagai hub nomor satu di Indonesia untuk developer aplikasi dan game mobile, Dicoding sudah sekian lama menghadirkan berbagai tantangan dan juga event yang bisa diikuti oleh para developer. Dan untuk Game Developers Gathering (GDG) Prime 2015 ini, Dicoding pun tentu tidak ingin ketinggalan dengan memberikan dukungannya. Dukungan yang diberikan kali ini dalam bentuk Challenge dan pendaftaran untuk peserta denganreward poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai macam hadiah.

Continue reading

Masjidku Luncurkan Dukungan Website Gratis untuk Masjid

Jakarta – Dalam empat bulan sejak peluncurannya, aplikasi Masjidku telah memikat 5,000 orang pengguna dan 50 masjid untuk bergabung dan memanfaatkan berbagai layanan komunikasi Masjidku sebagai sarana dalam menjembatani masjid dan umatnya. Masjidku menjadi media komunikasi masjid dalam penyampaian dakwah, pengelolaan kegiatan keagamaan, serta pelaporan infaq dan shodaqoh. Kini, untuk melengkapi jembatan informasi antara masjid dan umat, Masjidku meluncurkan layanan pembuatan website gratis untuk setiap masjid yang bergabung.

Pengelolaan kegiatan keagamaan, artikel dakwah, pelaporan infaq/shodaqoh, serta berbagai fitur web lainnya lengkapi layanan komunikasi terintegrasi Masjidku

“Di era digital sekarang ini, ketersediaan platform Masjidku sangat memudahkan kami dalam menjangkau umat,” ungkap Tony Nugroho, Koordinator Masjid Ash-Shaff Emerald Bintaro, “Berbagai fitur web dan aplikasi Masjidku membantu memastikan bahwa para jamaah mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai berbagai kegiatan yang diselenggarakan di masjid.”

Diantara masjid yang sudah memanfaatkan dukungan website dengan platform Masjidku adalah Masjid Ash-Shaff Emerald Bintaro – http://masjidemerald.com, Masjid Raya Bintaro Jaya – http://www.masjidrayabintarojaya.or.id, dan Masjid Baitul Makmur Boyolali – http://www.masjidbaitulmakmur.net.

Setiap website dilengkapi dengan content management system masing-masing sehingga pengurus masjid yang menjadi administrator web dapat mengelola konten situsnya secara mudah dan efektif. Beberapa fitur website yang diberikan antara lain jadwal kegiatan, artikel kajian, galeri untuk dokumentasi foto dan video, serta donasi infaq dan shodaqoh.

Selain fitur-fitur utama diatas, website yang dibangun juga akan secara otomatis terintegrasi dengan aplikasi mobile Masjidku sehingga memudahkan administrator masjid dalam mengelola dan mengontrol penyampaian informasi secara efektif, sistematis, dan transparan.

Sebagai platform komunikasi yang terintegrasi, Masjidku memudahkan umat untuk memperoleh informasi kajian dan kegiatan terkini serta dapat mendaftar langsung untuk mengikuti kegiatan tersebut di masjid. Hal ini diharapkan mampu memudahkan pengurus masjid untuk mengatur logistik yang dibutuhkan. Selain itu, Masjidku memungkinkan pengurus masjid untuk berdakwah melalui smartphone dengan bantuan teknologi push notification, sehingga dakwah kepada umat bisa dilakukan secara lebih meluas dan efisien. Hal ini penting mengingat masih tingginya biaya yang dibutuhkan untuk penyiaran informasi rutin tersebut melalui media-media konvensional.

“Masjidku bertujuan meringankan biaya operasional yang dikeluarkan oleh masjid untuk komunikasi dan penyiaran informasi,” ungkap Chief Technology Officer Masjidku, Adib Toriq, “Ke depannya, kami berharap Masjidku dapat meningkatkan partisipasi dan rasa kepemilikan umat Islam terhadap masjidnya.”

Beberapa masjid yang telah bergabung dengan Masjidku, antara lain Masjid Daarut Tauhid Bandung, Masjid Jenderal Sudirman Jakarta, Masjid Baitul Makmur Boyolali, Masjid Darul Ihsan Bekasi, Masjid Raya Bintaro Jaya Sektor 9, Masjid Ash-Shaff Emerald Bintaro, Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta, Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, Masjid Raya Pondok Indah Jakarta, Masjid Cahyaningati Malang, Masjid Al Muttaqien Malang, Masjid Pesantren Tebuireng Jombang, dan masih banyak lagi.

“Masjidku merupakan platform yang bisa menjadi terobosan dengan memanfaatkan teknologi untuk menembus ruang dan waktu dengan teknologi memberikan informasi terkini,” ungkap Ir. H. Rachman Notowibowo, DKM Masjid Raya Bintaro Jaya, “Dengan adanya aplikasi Masjidku sebagai jejaring sosial Islami, kami dapat lebih mudah menjangkau kalangan muda yang akrab dengan teknologi.”

Sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia, Indonesia memerlukan media komunikasi positif yang bisa mempererat dan meningkatkan kualitas ukhuwah Islamiyah. Berangkat dari pemikiran sederhana tersebut, Masjidku dirancang sebagai platform komunikasi terintegrasi untuk menjembatani umat Islam dengan masjidnya melalui web dan aplikasi. Seluruh fitur dan layanan Masjidku tidak berbayar, dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masjid dan umat Islam di Indonesia.

Untuk mendaftarkan masjid, pengurus masjid dapat mengirim email ke info@masjidku.id. Untuk mengunduh aplikasi Masjidku pada ponsel, pengguna dapat mengunjungi situs www.masjidku.id. Saat ini Masjidku sudah tersedia untuk para pengguna ponsel pintar dengan sistem operasi Android dan iOS.

 

18 Games dan Aplikasi Pendidikan untuk Indonesia Raih Penghargaan 90,000 Dicoding Points dari Intel

Pengembang Aplikasi dari 27 kota ikut serta dalam tantangan “Create Any Education Apps or Games” Challenge yang diselenggarakan oleh Dicoding dan Intel Indonesia

Sejumlah 48 pengembang aplikasi (developer) dari 27 kota se-Indonesia mengikuti tantangan “Create Any Education Apps or Games” Challenge yang diselenggarakan oleh platform jejaring pengembangan aplikasi mobile, Dicoding, dengan dukungan dari Intel Indonesia. Hingga berakhirnya ajang kompetisi tersebut, terdapat 50 submisi karya yang masuk untuk dilombakan dalam salah satu dari tiga kategori di ajang tersebut, yaitu aplikasi pendidikan untuk tingkat TK, SD, dan SMP. Setelah diseleksi dari seluruh karya yang terkumpul, 6 (enam) aplikasi dan games dinobatkan sebagai pemenang dari tiap kategori sehingga secara keseluruhan terdapat 18 karya pemenang. Masing-masing pemenang mendapatkan 5,000 Dicoding XP Points dari Intel yang dapat mereka tukarkan dengan berbagai rewards menarik di Dicoding.

Menariknya potensi pasar pendidikan di Indonesia memikat para developer lokal untuk berlomba menciptakan karya terbaik mereka. Menilik data Badan Pusat Statistik, proyeksi pasar anak usia 0-14 tahun di Indonesia pada tahun 2015 mencapai lebih dari 69 juta atau sekitar 27% dari total penduduk Indonesia. Selain jumlahnya yang besar sebagai pasar consumer goods saat ini, populasi tersebut juga merupakan cerminan dari potensi pasar masa depan yang akan dikuasai oleh produsen yang berhasil memenangkan mindshare di benak generasi muda sekarang ini.

“Potensi pasar edukasi di Indonesia sangat besar dan strategis nilainya,” ujar CEO Dicoding Narenda Wicaksono, “Strategis karena untuk memenangkan pasar ini para developer dituntut tidak hanya mampu membuat konten yang laku dan banyak diminati, tetapi juga harus berupa konten yang mendidik bagi generasi muda Indonesia.”

Keenam aplikasi dan games yang memenangkan tantangan untuk tingkat pra-sekolah dan taman kanak-kanak memiliki keutamaan pada fiturnya yang ramah terhadap pengguna, penggunaan warna-warna cerah dan karakter yang menarik untuk anak-anak usia dini. Diantara para pemenang tantangan ini ada Belajar Berhitung dari PaperPlay Studio dan Marbel Angka dari Educa Studio yang memfokuskan pada pembelajaran angka-angka dan operasi matematika sederhana. Sementara Pippo Belajar Alfabet dari Arsanesia, Belajar Menulis Bersama Boci karya Rolling Glory, dan Say It! ABC yang dibuat oleh Sawo Studio, memilih untuk masuk pada pengenalan alfabet dan tulisan. Adapun La.. La.. La.. – Lantunan Lagu Lagu Anak Indonesia dari Gundu Productions menempatkan perhatian pada lagu-lagu anak Indonesia yang mulai kurang diminati di zaman modern sekarang ini.

Sementara untuk kategori Sekolah Dasar, topik yang diangkat lebih bervariasi, mulai dari aplikasi belajar matematika lewat Marbel Berhitung dan Mencongak Perkalian, bidang IPA lewat Marbel Bagian Tubuh, hingga aplikasi Opera Merah Putih buatan Clooper Project yang mengajak pengguna untuk mengenal budaya, rumah daerah, kostum, serta kebudayaan dan adat masyarakat Indonesia. Tak kalah juga aplikasi yang mengangkat konten edukasi ilmu geografi dan ilmu sosial yaitu Seagania karya B201 Developer Group yang memberikan cara alternatif sekaligus menyenangkan dalam belajar mengenai negara-negara di ASEAN. Selain itu, juga ada aplikasi Tryout UN SD dari Omega Mediatama yang menawarkan latihan persiapan Ujian Nasional SD.

“Menyadari pentingnya peranan developer lokal dalam mengawal konten edukasi bagi anak negeri, Intel berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang mampu mengakselerasi para developer untuk membuat aplikasi dan games edukasi terbaik yang mendidik, menarik, positif, dan inovatif,” ungkap Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia. “Intel Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung inovasi teknologi lokal dan pengintegrasian teknologi dalam pendidikan, kerjasama dengan Dicoding ini merupakan salah satu bukti komitmen kami”.

Seluruh aplikasi dan games yang ikut dalam tantangan ini memanfaatkan Intel NDK untuk meningkatkan kecepatan aplikasi dan memastikan performa yang optimal, khususnya pada smartphone Android yang menggunakan prosesor Intel. Performa yang optimal tersebut bisa dirasakan pada hasil karya untuk kategori SMP yang lebih kompleks dibandingkan dua kategori sebelumnya, seperti Geograpiea Indonesia yang menggunakan model peta buta untuk mendukung pembelajaran geografi dan Asah Segitiga Siku yang berupaya membuat pembelajaran matematika SMP lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu juga ada Kamus Budaya Indonesia yang memudahkan pengguna dalam mencari tahu tentang budaya Indonesia dan Gamer – Game Merdeka yang mengangkat permainan-permainan tradisional yang biasa dilombakan pada HUT Kemerdekaan RI. Adapun pemenang dari genre yang lebih konvensional seperti kuis dan tes, ada Tryout UN SMP karya Omega Mediatama dan Awesome Quiz dari NERD Project yang menawarkan latihan kuis untuk pelajaran Biologi, Geografi, Sosiologi dan Sejarah, juga Psikotes.

Intel Indonesia dan Dicoding memberikan total 90.000 XP (experience points) bagi para pemenang tantangan “Create Any Education Apps or Games” Challenge. XP merupakan experience points atau poin Dicoding yang dapat ditukarkan dengan berbagai rewards menarik, seperti smartphone, laptop, dan hadiah-hadiah lainnya untuk memajukan kinerja developer menjadi lebih baik lagi.

“Dicoding berkomitmen untuk terus menjembatani kebutuhan pasar dengan keahlian yang dimiliki oleh para pengembang (developer),” tutur Narenda Wicaksono, “Salah satu kunci untuk memajukan pendidikan di tanah air adalah dengan menjadi penggagas sekaligus content creator teknologi yang tepat guna, bermanfaat, dan berwawasan budaya lokal Indonesia. Inilah yang berusaha kami bangun bersama Intel.”

Seluruh karya aplikasi dan games edukasi pemenang sudah dapat diunduh di Play Store bagi para pengguna smartphone Android. Daftar selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut: https://intel.dicoding.com.