18 Games dan Aplikasi Pendidikan untuk Indonesia Raih Penghargaan 90,000 Dicoding Points dari Intel

Pengembang Aplikasi dari 27 kota ikut serta dalam tantangan “Create Any Education Apps or Games” Challenge yang diselenggarakan oleh Dicoding dan Intel Indonesia

Sejumlah 48 pengembang aplikasi (developer) dari 27 kota se-Indonesia mengikuti tantangan “Create Any Education Apps or Games” Challenge yang diselenggarakan oleh platform jejaring pengembangan aplikasi mobile, Dicoding, dengan dukungan dari Intel Indonesia. Hingga berakhirnya ajang kompetisi tersebut, terdapat 50 submisi karya yang masuk untuk dilombakan dalam salah satu dari tiga kategori di ajang tersebut, yaitu aplikasi pendidikan untuk tingkat TK, SD, dan SMP. Setelah diseleksi dari seluruh karya yang terkumpul, 6 (enam) aplikasi dan games dinobatkan sebagai pemenang dari tiap kategori sehingga secara keseluruhan terdapat 18 karya pemenang. Masing-masing pemenang mendapatkan 5,000 Dicoding XP Points dari Intel yang dapat mereka tukarkan dengan berbagai rewards menarik di Dicoding.

Menariknya potensi pasar pendidikan di Indonesia memikat para developer lokal untuk berlomba menciptakan karya terbaik mereka. Menilik data Badan Pusat Statistik, proyeksi pasar anak usia 0-14 tahun di Indonesia pada tahun 2015 mencapai lebih dari 69 juta atau sekitar 27% dari total penduduk Indonesia. Selain jumlahnya yang besar sebagai pasar consumer goods saat ini, populasi tersebut juga merupakan cerminan dari potensi pasar masa depan yang akan dikuasai oleh produsen yang berhasil memenangkan mindshare di benak generasi muda sekarang ini.

“Potensi pasar edukasi di Indonesia sangat besar dan strategis nilainya,” ujar CEO Dicoding Narenda Wicaksono, “Strategis karena untuk memenangkan pasar ini para developer dituntut tidak hanya mampu membuat konten yang laku dan banyak diminati, tetapi juga harus berupa konten yang mendidik bagi generasi muda Indonesia.”

Keenam aplikasi dan games yang memenangkan tantangan untuk tingkat pra-sekolah dan taman kanak-kanak memiliki keutamaan pada fiturnya yang ramah terhadap pengguna, penggunaan warna-warna cerah dan karakter yang menarik untuk anak-anak usia dini. Diantara para pemenang tantangan ini ada Belajar Berhitung dari PaperPlay Studio dan Marbel Angka dari Educa Studio yang memfokuskan pada pembelajaran angka-angka dan operasi matematika sederhana. Sementara Pippo Belajar Alfabet dari Arsanesia, Belajar Menulis Bersama Boci karya Rolling Glory, dan Say It! ABC yang dibuat oleh Sawo Studio, memilih untuk masuk pada pengenalan alfabet dan tulisan. Adapun La.. La.. La.. – Lantunan Lagu Lagu Anak Indonesia dari Gundu Productions menempatkan perhatian pada lagu-lagu anak Indonesia yang mulai kurang diminati di zaman modern sekarang ini.

Sementara untuk kategori Sekolah Dasar, topik yang diangkat lebih bervariasi, mulai dari aplikasi belajar matematika lewat Marbel Berhitung dan Mencongak Perkalian, bidang IPA lewat Marbel Bagian Tubuh, hingga aplikasi Opera Merah Putih buatan Clooper Project yang mengajak pengguna untuk mengenal budaya, rumah daerah, kostum, serta kebudayaan dan adat masyarakat Indonesia. Tak kalah juga aplikasi yang mengangkat konten edukasi ilmu geografi dan ilmu sosial yaitu Seagania karya B201 Developer Group yang memberikan cara alternatif sekaligus menyenangkan dalam belajar mengenai negara-negara di ASEAN. Selain itu, juga ada aplikasi Tryout UN SD dari Omega Mediatama yang menawarkan latihan persiapan Ujian Nasional SD.

“Menyadari pentingnya peranan developer lokal dalam mengawal konten edukasi bagi anak negeri, Intel berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang mampu mengakselerasi para developer untuk membuat aplikasi dan games edukasi terbaik yang mendidik, menarik, positif, dan inovatif,” ungkap Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia. “Intel Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung inovasi teknologi lokal dan pengintegrasian teknologi dalam pendidikan, kerjasama dengan Dicoding ini merupakan salah satu bukti komitmen kami”.

Seluruh aplikasi dan games yang ikut dalam tantangan ini memanfaatkan Intel NDK untuk meningkatkan kecepatan aplikasi dan memastikan performa yang optimal, khususnya pada smartphone Android yang menggunakan prosesor Intel. Performa yang optimal tersebut bisa dirasakan pada hasil karya untuk kategori SMP yang lebih kompleks dibandingkan dua kategori sebelumnya, seperti Geograpiea Indonesia yang menggunakan model peta buta untuk mendukung pembelajaran geografi dan Asah Segitiga Siku yang berupaya membuat pembelajaran matematika SMP lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu juga ada Kamus Budaya Indonesia yang memudahkan pengguna dalam mencari tahu tentang budaya Indonesia dan Gamer – Game Merdeka yang mengangkat permainan-permainan tradisional yang biasa dilombakan pada HUT Kemerdekaan RI. Adapun pemenang dari genre yang lebih konvensional seperti kuis dan tes, ada Tryout UN SMP karya Omega Mediatama dan Awesome Quiz dari NERD Project yang menawarkan latihan kuis untuk pelajaran Biologi, Geografi, Sosiologi dan Sejarah, juga Psikotes.

Intel Indonesia dan Dicoding memberikan total 90.000 XP (experience points) bagi para pemenang tantangan “Create Any Education Apps or Games” Challenge. XP merupakan experience points atau poin Dicoding yang dapat ditukarkan dengan berbagai rewards menarik, seperti smartphone, laptop, dan hadiah-hadiah lainnya untuk memajukan kinerja developer menjadi lebih baik lagi.

“Dicoding berkomitmen untuk terus menjembatani kebutuhan pasar dengan keahlian yang dimiliki oleh para pengembang (developer),” tutur Narenda Wicaksono, “Salah satu kunci untuk memajukan pendidikan di tanah air adalah dengan menjadi penggagas sekaligus content creator teknologi yang tepat guna, bermanfaat, dan berwawasan budaya lokal Indonesia. Inilah yang berusaha kami bangun bersama Intel.”

Seluruh karya aplikasi dan games edukasi pemenang sudah dapat diunduh di Play Store bagi para pengguna smartphone Android. Daftar selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut: https://intel.dicoding.com.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Co-Founder dan COO Dicoding Indonesia, dapat dikontak melalui alamat email : kevin[at]dicoding[dot]com