Dicoding's Blog

 3 Aplikasi dan Game Memenangkan Challenge Edukasi untuk Indonesia


Bulan Mei adalah bulan dimana kita akan memperingati Hari Pendidikan Nasional. Hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara setiap tanggal 2 Mei. Beliau adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.

Dicoding dan Intel Indonesia bekerja sama membuat sebuah challenge yang berjudul Challenge Edukasi untuk Indonesia yang diharapkan dapat melahirkan aplikasi baru yang menyasar kebutuhan edukasi anak-anak dengan memanfaatkan momen bulan Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Di sisi lain Indonesia diprediksi akan menjadi pasar smartphone terbesar nomor 4 di dunia pada tahun 2018.

Challenge ini diadakan hanya dalam waktu 3 hari, mulai 28 April 2016  dan berakhir 1 Mei 2016, serta menghasilkan 48 aplikasi dan game. Berikut adalah 3 aplikasi dan game terbaik yang memenangkan Challenge Edukasi untuk Indonesia

2016032800310436c8a0069d4fdf81d9becc1599c330fb

3 Aplikasi dan Game Menangkan Challenge Perempuan Indonesia Bahagia

Bulan April bisa dikatakan sebagai bulannya kaum perempuan. Tentu saja ini menarik, kalau kita mau membuat Perempuan Indonesia Bahagia kedepannya, ini momen yang sangat tepat!

 

Seperti kita ketahui, setiap tanggal 21 April hampir semua brand atau perusahaan akan fokus untuk melakukan kampanye melalui media cetak maupun digital dengan menggunakan tema Kartini. Di sisi lain, Indonesia diprediksi akan menjadi pasar smartphone terbesar nomor 4 di dunia pada tahun 2018. Karena itu Dicoding ingin meminta Developer untuk ikut terlibat dalam tren ini.

Continue reading

Penggunaan Intel NDK di Android Studio

Tutorial Intel NDK di Android Studio ini pertama kali dimuat oleh DroidIndonesia.com (DIDC). Untuk versi docx dari tutorial tersebut dapat diunduh pada tautan tutorial Intel NDK
Mari berkenalan dengan Intel NDK di Android Studio.

Apa sih kegunaan Intel NDK di Android Studio? Intinya, yaitu kita dapat mengoptimasi jalannya program Android kita dengan menggunakan kode bahasa C pada Android dengan prosesor Intel, yang secara native mendukung bahasa C. Kode dalam bahasa C ini akan dibungkus dalam library yang akan digunakan sebagai library seperti pada umumya android menggunakan bahasa Java.

Continue reading

asd

5 Developer Memenangkan Lenovo Virtual Reality Challenge 2

Awal tahun 2016 hampir seluruh vendor teknologi sedang berlomba lomba membuat teknologi Virtual Reality (VR) terbaik. Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga user dapat merasakan berada di dalam lingkungan tersebut.

Continue reading

asd

Kembangkan Aplikasi dan Solusi IOT XL Rangkul Developer Lokal

Layanan Internet of Thing (IoT) terus berkembang seiring dengan semakin dikenalnya produk layanannya oleh masyarakat luas. Untuk itu, PT XL Axiata Tbk (XL) terus berusaha melakukan pengembangan produk yang disesuaikan dengan berbagai kebutuhan masyarakat dan industri. Merangkul para pengembang lokal menjadi pilihan XL untuk melahirkan layanan-layanan IoT yang inovatif dan sesuai dengan permintaan pasar.

Chief Digital Service Officer XL, Joseph Lumban Gaol mengatakan, “Kami melihat, merangkul para developer lokal adalah pilihan terbaik untuk terus mengembangkan layanan IoT. Indonesia memiliki banyak sekali anak muda yang pintar dan memiliki bakat menciptakan solusi-solusi digital. Mereka membutuhkan sarana juga untuk berkembang dan lebih produktif. Karena itulah XL memilih berkolaborasi dengan mereka untuk maju meraih peluang masa depan secara bersama.”

Joseph Lumban Gaol menambahkan, Agnosthing adalah sebuah IoT platform yang dimiliki XL saat ini sebagai pengembangan layanan telekomunikasi yang mencakup layanan pengelolaan perangkat, pengelolaan aplikasi baik mobile apps maupun web apps, pengelolaan konektifitas Data Package atau SMS. Selain itu, IoT juga mengembangkan solusi sebagai layanan (Solution as a Service/SaaS).

IOT platform ini dapat dipergunakan oleh berbagai pihak seperti terutama kalangan industri, seperti antara lain manufaktur dan finansial. Lalu, juga kalangan pembuat atau perakit solusi digital, biak itu pengembang, pembuat layanan solusi, system integrators, dan sebagainya. Kalangan pengelola layanan publik dan tentunya masyarakat kreatif juga bisa memanfaatkannya.

Dalam upaya mengembangkan IoT tersebut, XL menyelenggarakan suatu kompetisi bernama Agnosthings IoT Developer Challenge. Pada event ini, XL menjalin kerjasama dengan Komunitas Pengembang dan Pembuat Solusi Digital yang tergabung dalam Platform “Dicoding” yang beranggotakan lebih dari 20 ribu developer di seluruh Indonesia. XL memiliki target tahun ini akan bisa mengundang kurang lebih 1.000 developer. Target lainnya dari program ini adalah menghasilkan lebih dari 100 aplikasi untuk Agnosthings dalam berbagai variasi solusi, terutama untuk diterapkan pada layanann Smart City, Smart Home, dan Creative City.

Narenda Wicaksono, Co-Founder Dicoding mengatakan, “Kami mengapresiasi kerjasama yang terjalin dengan XL Axiata untuk mendorong para developers dan makers di tanah air mengembangkan solusi-solusi IoT yang dapat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.”

Pada tahun ini, event kompetisi akan berlangsung dua kali. Event pertama sudah berlangsung di Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, pada 21 Maret – 21 April 2016 lalu, yang diikuti tidak kurang dari 250 orang developer. Selain kompetisi, XL juga menyelenggarakan sesi coaching clinic tentang Agnosthings di ketiga kota tersebut, termasuk ke dua universitas di Yogyakarta dan Surabaya. Sebagai keberlanjutan atas terselenggaranya acara Agnosthings IoT Developer Challenge, XL, BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) dan Dicoding berencana akan melaksanakan event kedua di akhir tahun 2016.

Pada kompetisi tersebut, XL memberikan tantangan kepada peserta untuk membuat solusi aplikasi digital berbasis mobile atau web dengan dua tema, yaitu Smart Home dan Smart Power. Mereka pun harus membuat konstruksi solusi yang diciptakan, mulai dari problem statement yang mendasari penciptaan solusi, desain inovasi, model solusi yang akan dibangun pada Agnosthings, hingga rencana fase pengembangan.

Mengapa Smart Home dan Smart Power? XL melihat potensi besar terkait layanan solusi rumah pintar di masa mendatang. Saat ini kendala terbesar adalah terkait mahalnya perangkat atau piranti rumah pintar. Tantangannya adalah, bagaimana membuat solusi rumah pintar dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat luas.

Dari kompetisi pertama yang berakhir Mei 2016 lalu, didapatkan 33 aplikasi pemenang yang sudah dibuat di atas Agnosthings platform ini. Selanjutnya para pemenang akan mendapatkan mentoring dari XL untuk mematangkan karyanya. XL akan melihat potensi pasar, pengembangan selanjutnya, tim developers, termasuk juga kemungkinan kerjasama bisnis yang bisa dikembangkan.

Berbagai solusi yang tercipta dalam kompetisi tersebut, untuk tema Smart Home antara lain berupa remote control untuk lampu, perangkat elektronik, kompor gas, tendon air, dan alat-alat rumah yang membutuhkan kecermatan dalam pemakaiannya. Lalu ada juga solusi inovatif berupa perangkat otomatis untuk lampu dan AC, yang ketika pemilik rumah sudah dekat lampu dan AC bisa menyala sendiri. Solusi menarik lainnya berupa aplikasi untuk menjaga bayi. Aplikasi ini memiliki fitur yang bisa memonitor kondisi bayi, termasuk juga mengatur suhu ruangan yang nyaman untuk si bayi, serta bisa mendeteksi suara bayi yang menangis.

asd

20 Produk Nominasi AgnosThings Savvy Home Apps Challenges dan AgnosThings Smart Power Monitoring Apps Challenges

Perkembangan infrastruktur internet saat ini, membuat kita mulai memasuki era dimana tidak hanya komputer dan smartphone saja yang akan terhubung dengan internet. Benda apapun yang ada di sekitar kita berpotensi untuk terhubung internet. Dan benda-benda yang sebelumnya kita kenal hanya diam, akan mulai bergerak, bersuara dan berinteraksi. Konsep ini dikenal dengan istilah “Internet of Things” atau yang biasa disingkat menjadi IoT.

Dengan terhubungnya dengan internet, memungkinkan untuk benda-benda tersebut dapat mengumpulkan dan mengolah informasi, sehingga mampu melakukan aksi-aksi tertentu sesuai dengan informasi yang diterimanya. IoT mampu membuat benda-benda di sekitar kita menjadi lebih pintar.

Melihat potensi IoT yang tak terbatas dalam menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan yang ada, XL Axiata bekerja sama dengan Dicoding menggelar roadshow dan dua buah challenge dengan judul “AgnosThings Smartcity App Challenge” untuk menggali potensi IoT dalam membangun smartcity di Indonesia.

Agnosthings adalah sebuah IoT Platform yang terintegrasi dengan layanan Telco. Platform ini dikembangkan oleh XL Axiata dalam rangka upaya membangun sebuah ekosistem IoT di Indonesia. Platform ini dapat memudahkan developer dalam membuat berbagai macam aplikasi IoT. Bagi yang ingin belajar lebih lanjut bisa membaca artikel mengenai bagaimana membuat aplikasi Android dengan Agnosthings untuk memantau suhu ruangan atau mengontrol lampu.

Dalam roadshow AgnosThings, XL Axiata membahas platform dan memberikan workshop mengenai AgnosThings. Developer juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan team XL Axiata tentang bagaimana membuat sebuah produk berbasis AgnosThings. Roadshow diadakan di 3 kota yaitu Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Dan 2 universitas di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Narotama Surabaya.

XL Axiata menantang developer Indonesia untuk mengembangkan aplikasi/produk aplikasi dalam rangka menyelesaikan persoalan terkait Smart City dengan melalui AgnosThings Savvy Home Apps Challenges dan AgnosThings Smart Power Monitoring Apps Challenges. Kedua challenge tersebut dibuka selama 2 bulan dari 23 Maret 2016 – 23 Mei 2016. Dari karya 63 developer yang berpartisipasi terpilih masing-masing 10 produk sebagai nominasi.

AgnosThings Savvy Home Apps Challenges

Melalui challenge ini developer ditantang untuk mengembangkan aplikasi berbasis web atau mobile dengan menggunakan AgnosThings yang dapat meningkatkan kenyamanan rumah sebagai sebuah tempat tinggal yang lebih cerdas. Berikut adalah 10 nominasi aplikasi AgnosThings Savvy Home Apps Challenges. Masing-masing akan mendapatkan 2,500 Dicoding Point yang dipersembahkan oleh XL Axiata.

AgnosThings Smart Power Monitoring Apps Challenges

Melalui challenge ini, developer ditantang untuk menghadirkan solusi dari masalah efisiensi biaya berupa aplikasi mobile atau web yang dapat memonitor pemakaian listrik secara real time yang terintegrasi dengan semua panel-panel listrik dan disertai data analisa yang menampilkan review dalam bentuk graphic atau statistik, serta estimasi pemakaian di periode berjalan dan rekomendasi untuk efisiensi. Berikut adalah 10 nominasi aplikasi yang memenangkan AgnosThings Smart Power Monitoring Apps Challenges. Masing-masing akan mendapatkan 2,500 Dicoding Point yang dipersembahkan oleh XL Axiata.

Juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar 15,000 Dicoding Point dan 5,000 Dicoding Point untuk runner up di masing-masing kategori yang akan diumumkan oleh XL Axiata minggu depan. Bagi yang belum masuk dalam nominasi ini jangan berkecil hati, karena XL Axiata dan Dicoding akan mengadakan challenge lagi dalam waktu dekat ini. Bagi yang masuk nominasi, kami ucapkan selamat!

concept3

3 Aplikasi Memenangkan Indonesia Ramadhan Challenge

Dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah, Dicoding dengan dukungan dari Intel Indonesia menyelenggarakan “Indonesia Ramadhan Challenge” dari 16 Mei – 5 Juni 2016. Dalam tantangan ini, para developer berlomba untuk membuat aplikasi terbaik yang dapat menunjang kegiatan beribadah maupun silaturahmi di bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Dari karya 48 orang developer yang berpartisipasi, terpilih tiga aplikasi terbaik sebagai pemenang, yaitu Belajar Mengahafal Hijaiyah, MyQuran Al Qur’an Anak, dan Doa Anak Sholeh. Masing-masing pemenang mendapatkan penghargaan sebesar 5,000 XP Dicoding Points yang disponsori oleh Intel Indonesia.

Dalam keutamaan bulan Ramadhan, ada geliat dinamika tersendiri yang mewarnai masyarakat Indonesia saat bulan istimewa ini tiba setiap tahunnya. Tak hanya sekadar menahan lapar dan haus, umat Islam juga gencar melakukan berbagai kegiatan ibadah lainnya seperti sholat berjama’ah di masjid, tadarus Al’Quran, dan menyalurkan infaq terbaiknya untuk anak yatim dan fakir miskin. Selain itu, terdapat berbagai tradisi di bulan Ramadhan yang menjadi ciri khas umat Islam di Indonesia dalam menyambut datangnya Hari Lebaran, diantaranya adalah berbagi bingkisan lebaran dan tradisi ‘mudik’ untuk dapat merayakan Idul Fitri di kampung halaman sambil bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara.

Melihat pentingnya melestarikan tradisi baik tersebut, Dicoding membuat sebuah challenge yang menantang para developer di tanah air untuk membuat aplikasi mobile berbasis Android yang mampu memanfaatkan momentum Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Syarat utama aplikasi yang dibuat adalah harus dapat membantu umat Islam, bisa dalam hal beribadah seperti menunaikan sholat, puasa, infaq/shodaqoh ataupun untuk memudahkan masyarakat dalam menjalani tradisi berlebaran setiap tahunnya seperti mudik atau traveling dan berbagi bingkisan lebaran kepada mereka yang membutuhkan.

“Menyadari pentingnya peranan developer lokal dalam mengawal konten aplikasi yang tepatguna, Dicoding berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang mampu mengakselerasi para developer dalam membuat aplikasi terbaik yang positif, inovatif, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa,” tutur CEO Dicoding, Narenda Wicaksono.

Total hadiah yang diperebutkan oleh para peserta Indonesia Ramadhan Challenge adalah 15,000 XP. XP merupakan experience points Dicoding, sebuah platform pemrograman yang menggunakan gamification model untuk mendorong lingkungan yang kompetitif bagi developer dalam membuat produk terbaik yang sukses di pasaran. Perolehan poin XP (experience points) dapat ditukarkan dengan berbagai rewards menarik, seperti smartphone, laptop, review aplikasi, dan hadiah-hadiah lainnya.

Seluruh karya aplikasi dan games edukasi pemenang dapat diunduh di Play Store bagi para pengguna smartphone Android. Selengkapnya, daftar pemenang beserta karya mereka dapat dilihat pada tautan berikut: https://www.dicoding.com/challenges/87

  1. Ali Usman dengan aplikasi berjudul Belajar hijaiyah
     Belajar Menghafal Hijaiyah- screenshot
  2. The WALi Studio dengan aplikasi berjudul MyQuran Al Quran Anak
     MyQuran Al Quran Anak- screenshot
  3. Edukasimu Interaktif dengan aplikasi berjudul Doa Anak Sholeh
     Doa Anak Sholeh- screenshot
integrated-circuit-441294_1280

Inilah Para Pemenang IoT Challenge

Pada akhir bulan April 2016 kemarin Dicoding Indonesia bekerja sama dengan Intel Indonesia dan Badan Ekonomi Kreatif membuat beberapa challenge berbasis IoT untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada di sekitar masyarakat Indonesia. Beberapa challenge yang dibuat adalah Smart Home IoT ChallengeSmart Power IoT Challenge, dan Smart Farm IoT Challenge.

Ketiga challenge tersebut diadakan selama satu bulan dan menghasilkan 12 aplikasi solusi berbasis IoT dari total 45 followers challenge. Berikut adalah ketiga pemenang berserta solusi yang telah berhasil dibuat.

Pemenang Smart Home IoT Challenge
Name : Pratama Putra (kazetora)
Apps Name : HomeLine

 

Pemenang Smart Power IoT Challenge
Name : Sukindar Koti Kazturi
Apps Name : Semprol

 

Pemenang Smart Farm IoT Challenge
Name : Heri Kiswanto (Gookkis)
Apps Name : TemPAO

Kami mengucapkan selamat kepada 3 pemenang yang mendapatkan 10.000XP sesuai informasi pada laman challenge. Untuk yang belum menang, Tetap Semangat & Tetap Produktif! Nantikan Challenge-Challenge berikutnya di Dicoding!

Selamat kepada para pemenang! Tetap Semangat! Tetap Produktif!

Salam,

Dicoding Team

20160314230948532d8b80a1e77a709ddb49acf8864ddb

10 Game PC Memenangkan Windows PC and Windows Store Game Developer Challenge

Berdasarkan riset IDC market PC cenderung stabil. Namun perkembangan gamers di kalangan PC terus naik secara signifikan. Salah satu indikatornya adalah total market game PC di dunia yang mencapai 27 miliar dollar pada tahun 2015. Estimasi revenue Steam yang merupakan marketplace game PC pun meningkat signifikan setiap tahunnya. Windows PC and Store Game Developer Challenge ini adalah sebuah challenge hasil kerjasama Intel Indonesia dan Dicoding agar dapat memicu kelahiran game-game berkualitas untuk Windows PC atau Windows Store dari game developer tanah air. Challenge ini diadakan dalam waktu 1 bulan, serta menghasilkan 40 game berbasis PC. Berikut adalah 10 game berbasis PC terbaik yang memenangkan Windows PC and Windows Store Game Developer Challenge Challenge :

Continue reading

201605012146475c0ca7b5a10e7be38e4e3da539449c68

Salah Satu Developer Terbaik Sharing di Aceh

Sejak tahun 2006, Indosat Ooredoo konsisten menghadirkan Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) merupakan kompetisi aplikasi mobile pertama di Indonesia yang merangsang minat generasi muda di dunia digital. Ajang kompetisi aplikasi mobile ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia di tengah tingginya trend penggunaan aplikasi online saat ini. Salah Satu caranya dengan membawa developer terbaik ke daerah-daerah, dan kali ini Developer Terbaik Sharing di Aceh.

Pada penyelenggaraan di tahun ke-10 ini, IWIC Go Global untuk mensejajarkan talenta digital Indonesia dengan pemain internasional melalui kompetisi penciptaan ide dan aplikasi bertemakan #ChangeTheWorld. Tema ini digunakan seiring dengan banyaknya aplikasi mobile yang diciptakan untuk memudahkan hidup masyarakat banyak.

Continue reading

20160427214221f3bd72de5b7c6848e82dcb6baaad260b

3 Aplikasi dan Game Memenangkan Challenge Edukasi untuk Indonesia

Bulan Mei adalah bulan dimana kita akan memperingati Hari Pendidikan Nasional. Hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara setiap tanggal 2 Mei. Beliau adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Dicoding dan Intel Indonesia bekerja sama membuat sebuah challenge yang berjudul Challenge Edukasi untuk Indonesia yang diharapkan dapat melahirkan aplikasi baru yang menyasar kebutuhan edukasi anak-anak dengan memanfaatkan momen bulan Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. 3 Aplikasi dan Game Memenangkan Challenge Edukasi untuk Indonesia. Di sisi lain Indonesia diprediksi akan menjadi pasar smartphone terbesar nomor 4 di dunia pada tahun 2018. Challenge ini diadakan hanya dalam waktu 3 hari, mulai 28 April 2016  dan berakhir 1 Mei 2016, serta menghasilkan 48 aplikasi dan game. Berikut adalah 3 aplikasi dan game terbaik yang memenangkan Challenge Edukasi untuk Indonesia :

Continue reading

13087070_1107566949301426_1997452841623543256_o

Dirakit – Komunitas Internet of Things berbasis Web Indonesia

Internet of Things telah memulai invasinya di Indonesia. Berbagai vendor besar dan startup mulai mengembangkan produk-produk untuk teknologi tersebut, seperti XL Axiata, eFishery, dan lainnnya. Berbagai macam produk-produk yang didesain untuk teknologi ini juga telah mulai masuk ke pasaran Indonesia, seperti Intel Galileo, Genuino 101, Raspberry Pi, MKR1000, dan lain sebagainya.

Continue reading